Tampilkan postingan dengan label cerita tante selingkuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita tante selingkuh. Tampilkan semua postingan

Cerita Sex Ayah Tolong Puaskan Aku

|| || ,,,,, || Leave a komentar
Cerita Sex Ayah Tolong Puaskan Aku ~ Namaku Virni, saat ini usiaku 22 tahun. Aku merupakan anak pertama dari dua bersaudara, adikku laki-laki, usianya 2 tahun di bawahku. Kata orang aku orangnya cantik, kulitku putih bersih dengan bulu halus di seluruh tubuhku dan payudaraku berukuran 36B sedangkan tinggiku 165 cm. Kalau laki-laki lihat tubuhku, jakunnya naik-turun. Ini karena aku sering merawat tubuhku atas anjuran ibuku sendiri yang juga sangat cantik dan seksi. Karena kecantikankulah aku bermain nafsu seks dengan ayah dan kakekku sendiri.




Awal kejadiannya di saat ibuku sakit kira-kira satu tahun yang lalu. Ibuku harus masuk rumah sakit karena kanker rahim yang dideritanya sejak melahirkan adikku. Sudah 2 bulan, ibuku di rumah sakit, karena kami hanya bertiga maka untuk menjaga ibu kami bergantian. Ayah, aku dan adikku. Malam itu aku sehabis makan malam, bersiap mau tidur, adikku berangkat ke rumah sakit untuk menggantikan ayahku menjaga ibu. Setelah adikku berangkat karena belum terlalu mengantuk, iseng aku ke kamar adikku, kutemukan buku-buku gambar porno punya adikku dan kubawa ke kamarku, setelah iseng melihat gambarnya aku mulai terangsang.
Sekitar jam 10.00 malam, ayahku datang dari rumah sakit. Selesai makan, ayah mengunjungi kamarku.
"Vir.. kamu sudah tidur..?" kata ayahku sambil mengetuk pintu kamarku.
"Masuk.. Yah.. Vir belum tidur," teriakku dari dalam kamar sementara aku sudah berbaring di tempat tidur.
Pintu kamar terbuka, kulihat ayahku menatapku di depan pintu dari raut mukanya seakan mau menanggis.
"Ayah.. kenapa.. Mama.. baik-baik aja khan? kataku sambil berusaha duduk di tempat tidur.
Ayahku masuk ke kamarku lalu duduk di sampingku, dia memelukku sambil meneteskan air mata.
"Ibumu makin parah saja sayang, rasanya Ibu tidak akan bertahan lama lagi kalau melihat kondisi ibumu," tangis ayahku yang mambasahi dasterku.
Aku pun mulai terisak.
"Ayah.. kalau ada apa-apa sama Ibu, Ayah nggak perlu merasa kehilangan, Ayah harus pasrah, lagi khan ada kami berdua yang akan menemani Ayah."
Ayah menatapku lalu diciumnya keningku dan berkata,
"Iya.. Ayah harus tegar yach.. Ayah sayang sama kamu berdua."
Lalu ayah mencium kedua pipiku, tetapi ketika akan berpaling secara tidak sengaja bibir ayahmenyentuh bibirku. Aku tiba-tiba ada perasaan aneh pada diriku, aku merasa terangsang lebih-lebih aku terbayang buku porno adikku yang tadi aku lihat. Kubalas kecupan ayahku, kukecup bibirnya dengan dalam dan lidahku kucoba masukkan ke mulut ayahku, ayahku yang agak gelagapan dan mulai terangsang, mengikuti dengan balasan lidahnya sehingga lidah kami bertautan.
Rupanya ayahku makin terangsang, disibaknya selimut yang masih menutup tubuhku sehingga aku yang memakai daster mulai digerayangi ayahku. Lidah kami masih bertautan membuat makin bergelora nafsu seks kami. Aku biarkan saja ketika tangan ayahku mulai merayap di paha putihku yang semakin naik sehingga menyentuh celana dalamku. Jari tengahnya mulai menggaruk vaginaku yang masih tertutup celana dalam. Aku mulai mengelinjang.
Ayahku mulai menurunkan tali daster dari bahuku sehingga payudaraku yang mancung dengan puting berwarna kecoklatan kini terpampang di depan muka ayah. Aku terbiasa tidur hanya menggunakan daster dan CD saja, aku tidak pernah pakai BH. Ayahku mulai menelusuri leher jenjangku sampai ke payudara dengan mulutnya. Ketika putingku mulai digigitnya, aku semakin menggelinjang, "Ah.. ah.. sshh.. ah.." Karena aku sudah makin terangsang yang disebabkan oleh buku porno itu, aku menganggap ayahku adalah seorang lelaki yang harus memuaskan nafsu birahiku.
Tanganku mulai ikut berkerja dengan memegangi batang ayahku yang masih bersembunyi di balik celana panjang. Kugosokkan tanganku pada celananya yang membuat ayahku semakin ganas menggigit putingku dan dasterku disibaknya sehingga CD-ku dengan satu tarik telah merosot yang membuat vaginaku yang setiap hari kurawat dengan baik terpampang jelas serta mengeluarkan bau yang sangat harum menyerbak di ruang tidurku.
"Bau.. apa.. ini.. Vir? harum sekali," tanya ayahku.
"Bau dari vagina Virni, Ayah," kataku.
"Vir.. baunya harum sekali, Ayah suka baunya."
"Ayah, vagina Virni boleh kok kalau mau dijilatin, dimasukkin punya Ayah juga boleh," kataku lagi.
"Bener nih, Vir?" tanya ayahku.
"Iya," kataku.
Dengan nafsunya dimana ayah yang sedang mengemut dan menggigit payudaraku langsung menurunkan tubuhnya sehingga sekarang vaginaku sudah tepat di depan muka ayahku. Lidahnya yang halus menyapu vaginaku. Dijilatnya vaginaku bagian luar.
Aku mulai belingsatan. Aku makin bergelinjang ketika lidah ayahku menemukan biji klitorisku. "Ah.. ah.. ssh.. argh.. argh.." kataku sambil menggelengkan kepalaku. Rupanya ayahku senang memainkan klitorisku dengan lidahnya yang hampir 15 menit lamanya. Aku pun makin memuncak nafsuku dan meminta pada ayahku,
"Ayah, bo.. boleh nggak kalau Virni nyoba.. batang kemaluan Ayah?"
"Oh.. kamu mau?" tanya ayahku.
"Iya Yah.." kataku lagi.
Sementara lidah ayah masih di klitorisku, ayah melepas semua yang melekat di tubuhnya dan langsung menindihku sehingga batang kemaluan ayahku persis di depan hidungku, posisikami seperti angka 69. Batang kemaluan ayahku panjang, besar dan hitam, kira-kira 25 cm. Aku langsung berpikir ayah harus memuaskan diriku.
Batang ayah yang besar, hitam dan panjang kucoba kumasukkan dalam mulutku, tetapi karena bibirku yang mungil batang itu hanya masuk kepalanya saja dan lidahku mulai menjilatinya. Ayahku mulai belingsatan. Hampir 15 menit aku jilat dan kuhisap batang kemaluan ayahku, ada sesuatu yang mendesak dari dalam vaginaku yang langsung keluar yaitu berupa cairan kental yang membasahi vaginaku dan muka ayahku, tetapi ayah lebih dulu menangkap cairanku ke dalam lidahnya lalu ditelan ke mulut ayah.
"Ah.. argh.. argh.. ssh.. Ayahh.." kataku sambil tubuhku ambruk, terlepaslah batang ayah dari mulutku. Ayahku berdiri dan berkata,
"Vir.. boleh vaginamu Ayah tusuk sekarang?"
"Iya.. Yah.." kataku lirih.
Ayah lalu menindihku, batang kemaluan ayahku ditempelkan tepat di depan vaginaku. Jari ayahku mengorek vaginaku yang masih rapat sehingga aku jadi menggelinjang. "Ah.. ah.. ssh.."
Setelah vaginaku agak lebar dan besar, batang kemaluan ayahku dicobanya untuk memasuki vagina milikku. Karena masih agak sempit lubangnya maka baru kepala batang kemaluan ayah yang bisa masuk, ayah lalu memberi tekanan yang membuatku merem melek. "Vir.. sakit ya," kata ayahku. "Ah.. nggak apa-apa koq.. Yah, nanti juga nggak sakit kalau batang kemaluan ayah sudah masuk semua."
Ayah pun kembali menekan batang kemaluannya ke vaginaku. Tapi karena batang kemaluan ayah yang memang besar sekali, pada tekanan yang ke-10 kalinya keluar-masuk, hanya bisa masuk setengahnya saja batang kemaluan ayah ke vaginaku. Aku pun menjerit,
"Aaawww.."
"Sakit yach.. Vir.." kata ayah.
"Ah.. nggak Yah, terus.. Yah.. nekennya, biar vagina Vir.. jadi lebar!" kataku.
Ayahku pun lalu menekan lagi batang kemaluannya keluar-masuk vaginaku.
Ayah agak membungkuk sehingga payudaraku kembali jadi bulan-bulanan mulut dan lidah ayahku. Aku mengusap kepala ayahku yang menetek pada payudaraku dan menghujamkan batang kemaluannya di vaginaku, seperti mengelus anak kecil. Hampir satu jam aku mengikuti permainan nafsu buas ayahku yang membuatku orgasme.
Cairan putih kental bercampur darah mendesak keluar dari vaginaku yang masih dihujam batang kemaluan ayah sehingga membasahi pahaku dan kakiku serta keringat yang mengucur deras dari pori-pori tubuhku. "Agh.. agh.. arg.. awww.. agh.. Vir.. keluar.. nih.. Yah.. agh.. ssh," kataku dengan tubuh menggelepar seperti cacing kepanasandan lemaslah tubuhku. Sementara ayahku masih kuat berpacu dengan semakin cepat memasuk-keluarkan batang kemaluannya dari vaginaku yang sudah becek. Batang kemaluan ayah dicabut dari vaginaku.
Badanku yang loyo diputar oleh ayahku dari terlentang sekarang tengkurap, posisi pantatku diangkat sehingga vaginaku kembali menantang lalu ditempelkan batang kemaluan ayahku pada vaginaku, lalu ditekannya supaya masuk kembali.
Vaginaku yang masih becek dibersihkan oleh dasterku lalu jari ayah menusuk lagi ke vaginaku untuk melebarkan vaginaku agar memudahkan batang kemaluan ayah masuk. Kali ini batang kemaluan ayah bisa masuk ke dalam vagina semuanya sampai berasa di rahimku. Satu jam lamanya vaginaku disodok batang kemaluan ayah dari belakang yang membuatku orgasme kedua kalinya.
"Argh.. argh.. aahh.. sshh.. agh.. Ayah.. nikmat sekali.. argh.." Basahlah batang kemaluan ayah oleh cairanku, tetapi 5 menit kemudian ayah sampai juga mencapai titik orgasmenya.
"Vir.. Ayah.. juga.. mau.. keluar.. nih.. argh.. argh.." kata ayahku tersengal-sengal. "Yah.. keluarin aja di dalam rahim.. Vir.." pintaku pada ayah, dimana sebenarnya aku sudah setengah sadar karena kecapaian.
"Crot.. crot.. ser.. ser.. argh.. argh.." suara cairan ayah yang menyembur deras ke vagianku disertai suara lenguhan ayah yang langsung ambruk di atas tubuhku. Aku merasakan kehangatan yang sangat di dalam vaginaku di saat cairan batang kemaluan ayah menyembur yang membuatku pun langsung tertidur.
Jam 05.00 pagi aku terbangun dalam keadaan bugil yang sedang dipeluk ayahku yang masih tertidur. Aku lalu bangkit ketika melihat batang kemaluan ayahku yang loyo, aku mencoba menjilat sisa-sisa cairan yang rasanya agak manis asin, kujilat sampai habis dan ayahku terbangun.
"Virni.. maafin Ayah yach, Ayah nggak sadar berbuat ini kepadamu, Ayah khilaf karena 5 bulan ayah tidak menyentuh Ibumu, maafin Ayah yach," kata ayah.
"Tidak apa-apa kok Yah.. Vir senang dapat memuaskan Ayah yang sudah 5 bulan tidak menyentuh Mama, Virni juga senang sudah merasakan kehangatan Ayah, Vir juga senang dan menikmati saat batang kemaluan Ayah yang gede itu menyemburkan isinya di dalam vagina Vir, Vir jadi mau lagi kapan-kapan," kataku dengan perasaan senang. Ayah sebenarnya agak bingung melihat Aku yang senang, tapi setelah itu ayah tersenyum dan memelukku dan menciumku.
"Ya.. kapan-kapan lagi," gumam ayahku.
Dan memang setelah kejadian malam yang indah itu, setiap adikku ke rumah sakit untuk jaga mama, aku dan ayah pasti melakukan perbuatan berburu nafsu lagi. Hal itu terjadi hingga 3 bulan kemudian dan terhenti disaat mama meninggal dunia, sampai hari ke-7.
Sejak kematian mamaku, kakekku, ayah dari mamaku yang tinggal di luar kota menginap di rumah kami, usia kakekku 63 tahun, dia seorang duda yang sudah 7 tahun ditinggal mati nenekku. Hari ini adalah hari ke-7 meninggalnya mama, saudara mama sedang sibuk untuk mengurus acara malam nanti, waktu itu jam 10.00 pagi, aku ada di kamarku, karena sudah 7 hari ayah tidak menyentuh nafsu birahiku, aku mencoba orgasme sendiri. Kuangkat rokku, vaginaku yang terbuka bebas karena aku tidak pakai CD sedang kumainkan dengan jariku, saking asyiknya mataku pun ikut kupejamkan, aku tidak tahu kalau kakekku sudah di dalam kamarku.
"Vir.. kamu lagi ngapain? Kakek pinjam sarung yach, adikmu lagi pergi sih, jadi Kakek kesini."
Aku tersentak kaget, kubelalakan mataku dan buru-buru rokku kuturunkan menutupi vaginaku.
"Ah.. Kakek ngagetin Vir aja nih, kenapa nggak ketuk pintu dulu."
"Kakek sudah ketuk pintu, tapi kamu lagi asyik, kayaknya jadi Kakek masuk aja, nggak taunya kakek melihat pemandangan yang indah," kata kakek seakan menyangkal kataku.
"Ah Kakek bisa aja," kataku pucat pasi.
"Vir.. boleh.. kakekmu melihatnya lagi punyamu.. sudah 8 tahun kakek tidah pernah melihatnya lagi."
Sebenarnya aku agak malu untuk memperlihatkannya pada kakekku, tapi karena sudah 7 hari ayah tidak menyentuhku dan aku lagi onani maka kuijinkan.
"Boleh Kek!"
Kuangkat rokku dan terpampanglah dengan jelas vagina milikku di depan kakekku yang langsung berkomentar.
"Virni.. luar biasa sekali vaginamu, bagus banget bentuknya lagi mengeluarkan bau yang harum, wah.. wah.. wah, boleh Kakek memegangnya?" pinta kakekku.
"Boleh.. Kek, malah tidak hanya memegang, kalau Kakek mau coba jilat juga boleh," kataku yang mulai naik nafsuku.
Dengan cepatnya kakek menundukkan badannya, saat itu juga vaginaku sudah tepat di depan muka kakekku, lidah kakekku langsung menjulur untuk menjilat vaginaku sementara pahaku sudah diraba dengan lembutnya oleh tangan kakek yang mulai keriput. Seperti anak muda, kakekku dengan cepat mengusap pahaku dan kedua jempol sudah ditempelkan ke vaginaku, bulu halus yang menutup vaginaku disibak dengan jempolnya dan dimasukkan ke dalam lubang vaginaku agar lebih lebar, kemudian lidah kakekku mulai menyapu bibir vaginaku yang membuatku panas dingin.


Cerita Seks ABG Kasir Swalayan Cantik

Cerita Seks ABG Kasir Swalayan Cantik

 

 

"Aaahh.. aahh.. sshh.. aargh.." aku pun mulai berceracau ketika biji klitorisku tersentuhlidah dengan lembutnya. Klitorisku sudah mulai dijilat, dihisap dan digigit oleh kakekku, yang membuatku makin menggelinjang.
"Aaawwhggh.." Pantatku kuangkat menahan rasa nikmat itu, mataku merem melek, sementara tanganku mengelus kepala kakekku yang sudah membotak, yang membuat kakekku makin rakus menjilat dan menggigit klitorisku. Kedua tangannya mulai merambah ke dalam kaos yang menutupi tubuhku. Ketika BH-ku terpegang langsung disobeknya sehingga payudaraku dan putingnya menjadi bulan-bulanan tangan kakekku. Tangannya meremas payudara sedangkan jarinya memelintirkan putingku.
Hampir 15 menit berlalu yang tiba-tiba badanku mengejang dan sampailah aku pada puncak orgasme. Kutekan kepala kakekku di selangkanganku lalu keluarlah cairan kental yang membasahi vaginaku.
"Argh.. argh.. sshh.. Kek.. Virni.. keluuarr niih.. argh.. sshh.." Tapi kakekku dengan cepat dan tangkas menangkap cairan kental yang keluar dengan derasnya dengan lidahnya yanglangsung menelannya.
"Virni.. luar biasa.. klitorismu rasanya manis, tapi cairan kentalmu lebih manis lagi.. wahh.. Kakek jadi lebih segar sekarang ini," kata kakekku sementara aku sudah terbaring lemas.
"Vir.. boleh nggak.. kalau vaginamu dimasukkin oleh batang kemaluan Kakek?" tanya kakekku. Dengan setengah sadar kukatakan, "Boleh.. Kek.."
Kakek dengan sigap melepaskan semua yang dipakainya hingga bugil lalu baju kaosku juga ditanggalkannya. Kulirik kakekku yang sudah agak membungkuk, naik ke tempat tidur. Direnggangkannya kakiku dan diangkatnya sedikit. Kakek menindihku, dipegangnya batang kemaluannya lalu ditempelkan pada bibir vaginaku yang masih agak becek, setelah itu dengan sekali hentakan batang itu masuk ke dalam vaginaku.
"Bleess.. jeb.. jeb.." batang kemaluan kakekku langsung menusuk sampai ke dalam vaginaku yang sudah lebar sejak dimainkan ayahku tetapi batang kemaluan kakekku rasanya lebih besar dan lebih panjang dari punya ayahku.
"Heehhkk," aku menahan nafasku karena sembulan batang kemaluan kakekku ke dalam vaginaku yang berasa sampai ke dalam dadaku.
"Kenapa Vir.. sakit.. yah?" tanya kakekku.
"Ah.. nggak Kek.. nggak apa-apa, punya kakek gede banget sih, berapa sih.. Kek panjangnya?" tanyaku dengan tersengal.
"Kamu.. pasti puas.. deh.. ini panjangnya 30 cm, nenekmu aja puas.. makanya ibumu punya enambersaudara," kata kakekku membanggakan batang kemaluannya sendiri.
"Tapi.. Vir.. memekmu.. luar biasa uueennaak buuangeett.. punya nenekmu.. mah kalah."Dalam hatiku membenarkan bahwa batang kemaluan kakekku lebih enak dari punya ayahku. Dan benar juga perkiraanku rupanya selain lebih enak, lebih panjang, kakekku tenaganya tenaga kuda, hampir 4 jam lamanya aku menjadi bulan-bulanan kakekku.
Setelah satu jam cara pertama, kami merubah posisi kami yaitu aku menungging, kakek menyodokkudari belakang, setelah satu jam posisi kami pun berubah lagi, kakek terlentang, aku naik di atasnya seperti naik kuda, posisi ini kami lakukan selama 2 jam.
Setiap berubah posisi, aku pasti sampai orgasme, hingga aku 3 kali orgasme, kakekku hanya 1 kali itu pun pada posisi terakhir. Tubuhku sudah lemas sekali ketika posisi kami, aku di atas, kakek terlentang di bawah dimana aku sudah 3 kali dan kakekku akhirnya sampai juga puncak orgasmenya.
"Vir.. argh.. argh.. Kakek.. nggak kuat lagi.. nigh.. Kakek mau keluar nih.." kata kakekku. Cepat-cepat kulepaskan vaginaku dari batang kemaluan kakekku yang langsung menyemburkan cairan kentalnya deras sekali, tapi batang itu sempat kutangkap dan kubimbing ke mulutku sehingga sebagian cairan kakekku sempat kutelan dan sebagian lagi membasahi mukaku oleh lendir kakekku.
Kami pun langsung ambruk ketika kulihat jam menunjukkan pukul 14.00 siang. Ketika kami terbangun waktu sudah menunjukkan pukul 04.30 sore, kakekku langsung membersihkan sisa-sisa lendir di batangnya dan meninggalkanku yang masih tergeletak di tempat tidur.
Sebelum kakek kupergi dia sempat mengatakan bahwa dia senang bisa memerawaniku dan ingin sekali bisa mengulanginya. Memang sejak saat itu, aku selalu melayani ayahku di saat adikku tidak di rumah dan melayani kakekku jika setiap akhir bulan kakekku mengunjungiku atau aku yang mengunjunginya.
TAMAT


Istri Selingkuh

|| || ,,,, || Leave a komentar
Ini mungkin cerit seks yang umum terjadi di masyarakat, tapi jika langsung di ceritakan akan lebih seru, apalagi yang menceritakan lagsung adalah seorang wanita kesepian di tinggal suami yang terlalu sibuk kerja, karena hal tersebut lah akhirnya istri selingkuh dengan pak RT. langsung lanjut ceritanya berikut ini. Ada adegan bugil yang bikin ngecrot... Memang sedih memiliki istri yang suka selingkuh, tapi mungkin ada alasan kenapa istri selingkuh, istri yang selingkuh memiliki masalah psikis yang mungkin bisa di tanya penyebabnya sehingga dia selingkuh. langsung aja simak cerita selingkuh berikut ini...

Aku tinggal di kompleks perumahan BTN di Jakarta. Suamiku termasuk orang yang selalu sibuk. Sebagai arsitek swasta, tugasnya boleh dibilang tidak kenal waktu. Walaupun dia sangat mencintaiku, bahkan mungkin memujaku, aku sering kesepian. Aku sering sendirian dan banyak melamun membayangkan betapa hangatnya dalam sepi itu Mas Adit, begitu nama suamiku, ngeloni aku. Saat-saat seperti itu membuat libidoku naik. Dan apabila aku nggak mampu menahan gairah seksualku, aku ambil buah ketimun yang selalu tersedia di dapur. Aku melakukan masturbasi membayangkan dientot oleh seorang lelaki, yang tidak selalu suamiku sendiri, hingga meraih kepuasan.

Yang sering hadir dalam khayalan seksualku justru Pak Parno, Pak RT di kompleks itu. Walaupun usianya sudah diatas 55 tahun, 20 tahun di atas suamiku dan 27 tahun di atas umurku, kalau membayangkan Pak Parno ini, aku bisa cepat meraih orgasmeku. Bahkan saat-saat aku bersebadan dengan Mas Aditpun, tidak jarang khayalan seksku membayangkan seakan Pak Parnolah yang sedang menggeluti aku. Aku nggak tahu kenapa. Tetapi memang aku akui, selama ini aku selalu membayangkan kemaluan lelaki yang gedee banget. Nafsuku langsung melonjak kalau khayalanku nyampai ke sana. Dari tampilan tubuhnya yang tetap kekar walaupun tua, aku bayangkan kontol Pak Parno juga kekar. Gede, panjang dan pasti tegar dilingkari dengan urat-urat di sekeliling batangnya. Ooohh.., betapa nikmatnya dientot kontol macam itu ..

Di kompleks itu, di antara ibu-ibu atau istri-istri, aku merasa akulah yang paling cantik. Dengan usiaku yang 28 tahun, tinggi 158 cm dan berat 46 kg, orang-orang bilang tubuhku sintal banget. Mereka bilang aku seperti Sarah Ashari, selebrity cantik yang binal adik dari Ayu Ashari bintang sinetron. Apalagi kalau aku sedang memakai celana jeans dengan blus tipis yang membuat buah dadaku yang cukup besar membayang. Hatiku selangit mendengar pujian mereka ini..

Pada suatu ketika, tetangga kami punya hajatan, menyunatkan anaknya. Biasa, kalau ada tetangga yang punya kerepotan, kami se-RT rame-rame membantu. Apa saja, ada yang di dapur, ada yang ngurus pelaminan, ada yang bikin hiasan atau menata makanan dan sebagainya. Aku biasanya selalu kebagian bikin pelaminan. Mereka tahu aku cukup berbakat seni untuk membuat dekorasi pelaminan itu. Mereka selalu puas dengan hasil karyaku.

Aku menggunakan bahan-bahan dekorasi yang biasanya aku beli di Pasar Senen. Pagi itu ada beberapa bahan yang aku butuhkan belum tersedia. Di tengah banyak orang yang pada sibuk macam-macam itu, aku bilang pada Mbak Surti, yang punya hajatan, untuk membeli kekurangan itu.

'Kebetulan Bu Mar, tuh Pak Parno mau ke Senen, mbonceng saja sama dia', Bu Kasno nyampaikan padaku sambil nunjuk Pak Parno yang nampak paling sibuk di antara bapak-bapak yang lain.
'Emangnya Pak Parno mau cari apaan?, aku nanya.
'Inii, mau ke tukang tenda, milih bentuk tenda yang mau dipasang nanti sore. Sama sekalian sound systemnya', Pak Parno yang terus sibuk menjawab tanpa menengok padaku.
'Iyaa deh, aku pulang bentar ya Pak Parno, biar aku titip kunci rumah buat Mas Adit kalau pulang nanti'. Segalanya berjalan seperti air mengalir tanpa menjadikan perhatian pada orang-orang sibuk yang hadir disitu.

Sekitar 10 menit kemudian, dengan celana jeans dan blus kesukaanku, aku sudah duduk di bangku depan, mendampingi Pak Parno yang nyopirin Kijangnya. Udara AC di mobil Pak Parno nyaman banget sesudah sepagi itu diterpa panasnya udara Jakarta. Pelan-pelan terdengar alunan dangdut dari radio Mara yang terdapat di mobil itu.

Saat itu aku jadi ingat kebiasaanku mengkhayal. Dan sekarang ini aku berada dalam mobil hanya berdua dengan Pak Parno yang sering hadir sebagai obyek khayalanku dalam hubungan seksual. Tak bisa kutahan, mataku melirik ke arah selangkangan di bawah kemudi mobilnya. Dia pakai celana drill coklat muda. Aku lihat di arah pandanganku itu nampak menggunung. Aku nggak tahu apakah hal itu biasa. Tetapi khayalanku membayangkan itu mungkin kontolnya yang gede dan panjang.

Saat aku menelan ludahku membayangkan apa di balik celana itu, tiba-tiba tangan Pak Parno nyelonong menepuk pahaku. 'Dik Marini mau beli apaan? Di Senen sebelah mana?', sambil dia sertai pertanyaan ini dengan nada ke-bapak-an.
Dan aku bener-bener kaget lho. Aku nggak pernah membayangkan Pak RT ini kalau ngomong sambil meraba yang di ajak ngomong.
'Kertas emas dan hiasan dinding, Pak. Di sebelah toko mainan di pasar inpress ituu..', walaupun jantungku langsung berdegup kencang dan nafasku terasa sesak memburu, aku masih berusaha se-akan-akan tangan Pak Parno di pahaku ini bukan hal yang aneh.
Tetapi rupanya Pak Parno nggak berniat mengangkat lagi tangannya dari pahaku, bahkan ketika dia jawab balik, 'Ooo, yyaa.. aku tahu ..', tangannya kembali menepuk-nepuk dan digosok-gosokkanya pada pahaku seakan sentuhan bapak yang melindungi anaknya.

Ooouuiihh.. aku merasakan kegelian yang sangat, aku merasakan desakan erotik, mengingat dia selalu menjadi obyek khayalan seksualku. Dan saat Pak Parno merabakan tangannya lebih ke atas menuju pangkal pahaku, reaksi spontanku adalah menurunkan kembali ke bawah. Dia ulangi lagi, dan aku kembali menurunkan. Dia ulangi lagi dan aku kembali menurunkan. Anehnya aku hanya menurunkan, bukan menepisnya. Yang aku rasakan adalah aku ingin tangan itu memang tidak diangkat dari pahaku. Hanya aku masih belum siap untuk lebih jauh. Nafasku yang langsung tersengal dan jantungku yang berdegap-degup kencang belum siap menghadapi kemungkinan yang lebih menjurus.

Pak Parno mengalah. Tetapi bukan mengalah bener-bener. Dia tidak lagi memaksakan tangannya untuk menggapai ke pangkal pahaku, tetapi dia rubah. Tangan itu kini meremasi pahaku. Gelombang nikmat erotik langsung menyergap aku. Aku mendesah tertahan. Aku lemes, tak punya daya apa-apa kecuali membiarkan tangan Pak Parno meremas pahaku. 'Dik Maarr..', dia berbisik sambil menengok ke aku.

Tiba-tiba di depan melintas bajaj, memotong jalan. Pak Parno sedikit kaget. Otomatis tangannya melepas pahaku, meraih presnelling dan melepas injakan gas. Kijang ini seperti terangguk. Sedikit badanku terdorong ke depan. Selepas itu tangan Pak Parno dikonsentrasikan pada kemudi. Jalanan ke arah Senen yang macet membuat sopir harus sering memindah presnelling, mengerem, menginjak gas dan mengatur kemudi. Aku senderkan tubuhku ke jok. Aku nggak banyak ngomong. Aku kepingin tangan Pak Parno itu kembali ke pahaku. Kembali meremasi. Dan seandainya tangan itu merangkak ke pangkal pahaku akan kubiarkan. Aku menjadi penuh disesaki dengan birahi. Mataku kututup untuk bisa lebih menikmati apa yang barusan terjadi dan membiarkan pikiranku mengkhayal.

Benar. Sesudah jalanan agak lancar, tangan Pak Parno kembali ke pahaku. Aku benar-benar mendiamkannya. Aku merasakan kenikmatan jantungku yang terpacu dan nafasku yang menyesak dipenuhi rangsangan birahi. Langsung tangan Pak Parno meremasi pahaku. Dan juga naik-naik ke pangkal pahaku. Tanganku menahan tangannya. Eeeii malahan ditangkapnya dan diremasinya. Dan aku pasrah. Aku merespon remasannya. Rasanya nikmat untuk menyerah pada kemauan Pak Parno. Aku hanya menutup mata dengan tetap bersender di jok sambil remasan di tangan terus berlangsung.

Sekali aku nyeletuk,
'N'tar dilihat orang Pak',
'Ah, nggaakk mungkin, kacanya khan gelap. Orang nggak bisa melihat ke dalam', aku percaya dia.
Sesudah beberapa saat rupanya desakan birahi pada Pak Parno juga menggelora,
'Dik Mar.. kita jalan-jalan dulu mau nggak?', dia berbisik ..
'Kemana..?', pertanyaanku yang aku sertai harapan hatiku ..
'Ada deh.. Pokoknya Dik Mar mau khan..'.
'Terserah Pak Parno.., Tapinya n'tar ditungguin orang-orang .., n'tar orang-orang curiga .. lho'.
'Iyaa, jangan khawatirr.., paling lama sejamlah.', sambil Pak Parno mengarahkan kemudinya ke tepi kanan mencari belokan ke arah balik. Aku nggak mau bertanya, mau ngapain 'sejam'??

Persis di bawah jembatan penyeberangan dekat daerah Galur, Pak Parno membalikkan mobilnya kembali menuju arah Cempaka Putih. Ah.. Pak Parno ini pasti sudah biasa begini. Mungkin sama ibu-ibu atau istri-istri lainnya. Aku tetap bersandar di jok sambil menutup mataku pura-pura tiduran. Dengan penuh gelora dan deg-degan jantungku, aku menghadapi kenyataan bahwa beberapa saat lagi, mungkin hanya dalam hitungan menit, akan mengalami saat-saat yang sangat menggetarkan. Saat-saat seperti yang sering aku khayalkan. Aku nggak bisa lagi berpikir jernih. Edan juga aku ini.., apa kekurangan Mas Adit, kenapa demikian mudah aku menerima ajakan Pak Parno ini. Bahkan sebelumnya khan belum pernah sekalipun selama 8 tahun pernikahan aku disentuh apalagi digauli lelaki lain.

Yang aku rasakan sekarang ini hanyalah aku merasa aman dekat Pak Parno. Pasti dia akan menjagaku, melindungiku. Pasti dia akan mengahadpi aku dengan halus dan lembut. Bagaimanapun dia adalah Pak RT kami yang selama ini selalu mengayomi warganya. Pasti dia nggak akan merusak citranya dengan perbuatan yang membuat aku sakit atau terluka. Dan rasanya aku ingin banget bisa melayani dia yang selama ini selalu jadi obyek khayalan seksualku. Biarlah dia bertindak sesuatu padaku sepuasnya. Dan juga aku ingin merasakan bagaimana dia memuaskan aku pula sesuai khayalanku.
Agu gemetar hebat. Tangan-tanganku gemetar. Lututku gemetar. Kepalaku terasa panas. Darah yang naik ke kekepalaku membuat seakan wajahku bengap. Dan semakin kesana, semakin aku nggak bisa mencabut persetujuanku atas ajakan 'jalan-jalan dulu' Pak Parno ini.

Tiba-tiba mobil terasa membelok ke sebuah tempat. Ketika aku membuka mata, aku lihat halaman yang asri penuh pepohonan. Di depan mobil nampak seorang petugas berlarian menuntun Pak Parno menuju ke sebuah garasi yang terbuka. Dia acungkan tangannya agar Pak Parno langsung memasuki garasi berpintu rolling door itu, yang langsung ditutupnya ketika mobil telah yakin berada di dalam garasi itu dengan benar. Sedikit gelap. Ada cahaya kecil di depan. Ternyata lampu di atas sebuah pintu yang tertutup. Woo.. aku agak panik sesaat. Tak ada jalan untuk mundur. Kemudian kudengar Pak Parno mematikan mesin mobilnya.

'Nyampai Dik Mar ..',
'Di mana ini Pak ..?', terus terang aku nggak tahu di mana tempat yang Pak Parno mengajak aku ini. Tetapi aku yakin inilah jenis 'motel' yang sering aku dengar dari temen-temen dalam obrolan-obrolan porno dalam arisan yang diselenggarakan ibu-ibu kompleks itu.
Pak Parno tidak menjawab pertanyaanku, tetapi tangannya langsung menyeberang melewati pinggulku untuk meraih setelan jok tempat dudukku. Jok itu langsung bergerak ke bawah dengan aku tergolek di atasnya. Dan yang kurasakan berikutnya adalah bibir Pak Parno yang langsung mencium mulutku dan melumat. Uh uh uh .. Aku tergagap sesaat.. sebelum aku membalas lumatannya. Kami saling melepas birahi. Aku merasakan lidahnya menyeruak ke rongga mulutku. Dan reflekku adalah mengisapnya. Lidah itu menari-nari di mulutku. Bau lelaki Pak Parno menyergap hidungku. Beginilah rasanya bau lelaki macam Pak Parno ini. Bau alami tanpa parfum sebagaimana yang sering dipakai Mas Adit. Bau Pak RT yang telah 55 tahun tetapi tetap memancarkan kelelakian yang selama ini selalu menyertai khayalanku saat masturbasi maupun saat aku disebadani Mas Adit. Bau yang bisa langsung menggebrak libidoku, sehingga nafsu birahiku lepas dengan liarnya saat ini..

Sambil melumat, tangan-tangan Pak Parno juga merambah tubuhku. Jari-jarinya melepasi kancing-kancing blusku. Kemudian kurasakan remasan jari kasar pada buah dadaku. Uuiihh .. tak tertahankan. Aku menggelinjang. Menggeliat-geliat hingga pantatku naik-naik dari jok yang aku dudukin disebabkan gelinjang nikmat yang dahsyat. Sekali lagi aku merasa edaann .. aku digeluti Pak RT ku.

Bibir Pak Parno melumatku, dan aku menyambutnya dengan penuh kerelaan yang total. Akulah yang sesungguhnya menantikan kesempatan macam ini dalam banyak khayalan-khayalan erotikku. Ohh .. Pak Parnoo .. Tolongin akuu Pakee .. Puaskanlah menikmati tubuhkuu ..Paak, .. semua ini untuk kamu Paak .. Aku hauss .. Paak .. Tulungi akuu Paakk.

'Kita turun yok Dik Mar .., kita masuk dulu ..', Pak Parno menghentikan lumatannya dan mengajak aku memasuki motel ini.
Begitu masuk kudengar telpon berdering. Rupanya dari kantor motel itu. Pak Parno menanyakan aku mau minum apa, atau makanan apa yang aku inginkan yang bisa diantar oleh petugas motel ke kamar. Aku terserah Pak Parno saja. Aku sendiri buru-buru ke kamar kecil yang tersedia. Aku kebelet pengin kencing.

Bersambung dulu kawan-kawan, saya capek ngetiknya.. panjang amat cerita dari tante girang ini, lain kali saya posting sambungan dari cerita selingkuh tante girang... Nantika juga cerita cerita tante girang lain yang akan memenuhi cerita seks tante girang yang kami miliki. tante cantik, tante bugil dan tentang tante girang lain nya. tapi jangan sampe ikut selingkuh ya... karena selingkuh gak selamanya indah...

Ngentot istri Orang

|| || ,,,,,,, || Leave a komentar
Pengalaman seorang pria bercinta dengan istri orang karena perkenalan lewat dunia maya. silahkan menikmati ceritanya....

Gw mao sedikit intro ttg TTM gw yg notabene adalah binor. nama dia Eve (nama samaran aja yah, menjaga privacy) umur 26 thn, chinese.. spek lengkapnya menyusul nanti.

Gw kenal Eve sejak 15 jan 08 lalu, dari satu forum yang lebih condong ngebahas ttg pernikahan, kebetulan sub forum ini lebih ke arah love&sex. Dia buat thread ttg hubungannya dgn suaminya yg kurang harmonis, disana dia banyak cerita ttg gimana kehidupan love&sex dia.

Di thread itu pula dia cerita kalo dia pesan sextoys secara online atas saran dari member forum itu, sampe akhirnya sextoys itu sampe di rumah dia, dan dicobain (dia beli dua item, yg bola2 kecil dan dildo) suaminya dikasih tau ttg hal ini, tp suaminya itu orgnya cuek jadi dibiarinin aja.

Kemudian gw register id ym baru utk penyamaran, dan posting di thread itu utk menawarkan diri menjadi teman ngobrol, pucuk di cinta ulam tiba ... akhirnya dia add ym gw dan mulai berkenalan basa-basi sedikit.

pertama2 dia gak mau kasih tau nama aseli, sampe akhirnya luluh juga. dan gw pun juga ngasih nama aseli gw, biar sama2 enak aja, trus mulai curhat2an. ssi dilakukan dari hari ke hari. detail ssi nya gw kaga save, soalnya ssi dilakukan di messenger kantor yg archievenya gw non-aktifin supaya aman.

detailnya gw dah lupa, tapi yg pasti gw tiap hari sapa dia dipagi hari, siang hari, sampe mau pulang kerja. dari awal gw udah ssi bilang sayang dan suka sama dia, dan dia biasa2 aja. sampe suatu hari gw coba pancing2 tanya gmn perasaan dia thd gw, dan dia bilang dia mulai suka ma gw (*hati berbunga-bunga deh*)

ssi setiap hari, akhirnya dia berani bilang (i luv u too) mak nyuuusss ...
gw udah lihat foto dia lewat fs, dan gw nanya2 ttg MMS .. ternyata dia gaptek, hpnya lom disetting GPRS nya dan dia gak ngerti cara pakai MMS. ya udah gw bimbing dia, udah coba bimbing setting GPRS, tapi ternyata susah juga .. akhirnya nyerah deh.

sekali waktu gw coba minta dia fotoin foto diri dia yg seksi, dan gw minta dikirimin lewat email. pertama2 dia gak mau, akhirnya dia mau juga .. dan gw dapet full body!

trus gw manja2an sama dia, kadang via telpon... pertama2 gw yg telpon, lama kelamaan dia yg telpon gw .. walaupun jakarta-bandung ga masalah, namanya udah nempel. tiap kali gw tanyain kapan sempet ke jkt, gw dah gak sabar utk ketemuan ... dia bilang dia juga pengen ketemuan, tapi masih takut... katanya takut kalo gw ga suka ma dia, lgsg deh gw ssi lagi dan bilang gw ga akan bilang ga suka ma u, tapi gw akan menerima u apa adanya dan memberikan seks yg selama ini gak u dapetin dari suami u.

dan stlh itu hampir tiap hari chat kita selalu dibumbui oleh chat2 yg bikin ngaceng. dia sendiri bilang selama kenal sama gw, pas dia ml sama suaminya .. yg dibayangin adalah muka gw, dan itu bikin dia tambah horny. shit man, gw horny banget saat itu.

senin minggu lalu, dia blg ke gw, temennya ada acara foto prewed dan dia diminta utk temenin, jadi rabu dan kamisnya dia mau minta cuti. jadi plannya adalah rabu ke jkt utk ketemu gw, kamis baru foto prewed temennya itu. jadi dia ada alibi ke suaminya utk cuti. stlh bertanya2 kethread lounge akhirnya gw tau tempat utk eksekusi Eve. tadinya berencana bulan maret baru mau ketemuan, tapi berhubung dia udah punya alibi, gw yg ikutin jadwal dia aja.

janjian hari rabu pagi2 di citraland, gw cari2 alibi supaya bisa free hari itu. akhirnya pagi2 udah sms2an sama Eve, dan ternyta si Eve telat naik bus ke jkt, tadinya rencana naik yg jam 6, karena telat dia terpaksa naik yang jam 7.15

oke lah gpp telat, gw urus2 kerjaan gw bentar dulu, terus ke apotik utk beli fiesta ultra safe. sampe di citraland jam 9. ternyata Eve sms, dia masih di bus. katanya baru mau masuk tol dalam kota, dan nanti stop di slipi, TA, baru di CL.

singkat cerita dia sampe di CL jam 10an gitu. dia genggam tangan gw, halo ... gitu katanya, tangannya dingin banget... dia bilang grogi banget nih. gw perhatikan facenya, duh cantik banget ... rambutnya baru di cat hilite agak2 pirang. tingginya kurang lebih 160-165. pakai baju semacem sweater garis2 pink hijau. pakai jeans.

terus dia nanya mau jalan2 apa engga, wah gw bilang ngeri euy jalan2 di citraland, kalo ada koneksi nya polda atau koneksi gw yg lihat bisa runyam, gw bilang kita lgsg cari kamar aja, gw dah ga sabar mau peluk Eve (sebelomnya di chat udah pernah bicarain hal ini, kalo ketemu mau ngapain, dan gw bilang mau peluk Eve ... dan buka kamar aja biar gampang peluk2annya, dan dia udah setuju)

akhirnya kita meluncur ke PCG, gw bener2 newbie .. blom pernah kesono, dgn begonya gw tanya parkir motornya dimana mas? dia bilang lgsg masuk aja (dia nunjuk ke garasi dgn pintu ijo yg kebuka) ya udah gw masukin motor gw kesana. terus si Eve nanya2, gimana nih bayarnya gimana? gw bilang gw juga kaga tau lom pernah soalnya. terus ada tombol merah di dinding, gw pencet utk nutup pintu garasinya, dan kita berdua naek ke atas.

masuk kamar, wah nyaman kamarnya ... nyalain tv, nyalain ac .. beres2 sebentar. terus gw bilang; kemari dong, gw mau peluk Eve ... dgn malu2 dia nyamperin, kita pelukan sebentar. bbrp saat kemudian, ada suara mas2 dan lemari disamping pintu berputar. gw samperin, ga taunya disuruh bayar 147rb. gw keluarin 150rb dan ada bonus tango buat nyemil.

stlh bayar, gw samperin Eve, lanjutin pelukan yg tertunda tadi. gw uadh ga sabar, gw kiss bibir dia.. dia juga jago FK nya, lidahnya liar. gw lepasin baju dan bra Eve. ternyata foto2 yg dia kasih sama persis, nenen dia ga besar cuma 32A tapi ga masalah, yg penting masih bisa di remes2 ...

gw remes2 nenennya yg imut itu kiri dan kanan, ga berapa lama tangan gw coba utk buka jeans dia ... susah payah akhirnya kebuka juga .. skrg tubuh dia tanpa benang sehelaipun, dan gw juga buka jeans gw ... kita sama2 telanjang, dan gw kiss lagi bibirnya dgn ganas .. tangan gw ke pantatnya utk remas2 pantatnya. gw dah ngaceng berat saat itu, dan gw dorong kepala dia utk ke bawah, seakan udah mengerti aba2 dari gw .. Eve lgsg lumat kontol gw perlahan ... rasanya ga usah ditanya .... euuuuuuaannakkk banget! ternyata si Eve udah expert ngoral kontol, dah gitu gw bilang ayo tiduran diatas gw ... Eve nanya mau ngapain, gw bilang mao 69 .. pertama dia ragu2, tapi akhirnya mau juga.

gw jilatin meki nya Eve, enak banget ngoral sambil di oral... tapi lama2 bosen juga, lgsg gw suruh dia rebahan, terus gw ambil fiesta ultrasafe dan pasangin caps lalu gw masukin kontol gw pelan2 ke meki Eve, krn udah basah jadinya gampang masukinnya, masuk gigi 1 ... desahan Eve makin gede, terpaksa masuk gigi 2 dan lanjut gigi 3 ... terus ke top speed, bbrp menit kemudian gw crot di caps, gw peluk Eve kenceng2 ...

terus lepas caps, buang ke tong sampah dan gw ajak Eve utk mandi bareng, pertama dia nolak .. tapi akhirnya mau juga. kita peluk2an bareng dan ngobrol betapa gilanya kita melakukan hal ini. gw iya2in aja, ga tau mau ngomong apa lagi. pas mandi bareng itu gw cuman tujuannya utk mandi, jadi kita cuman peluk2an doang.

abis gitu handukan, ntn tv .. ada berita2 gak penting. lalu kita peluk2an lagi. tapi dia bilang mau keringin rambut dulu, duduk di sofa samping deket jendela ya udah gw baringan sambil ntn tv, dia handukin rambutnya, dan di angin2in. bbrp menit kemudian rambut dia udah kering, gw epluk badannya, dan gw kiss lehernya .. dia kegelian.

abis gitu foreplay bbrp saat, dan dia oral kontol gw lagi pelan2... ooghhh yesss, enak banget Eve!
tangan gw kobel2 mekinya, tapi gw susah konsen ke mekinya, soalnya lagi di oral enak banget dah... terus gantian, gw yg oralin Eve ... gila desahannya ga nahan, kenceng banget desahan Eve!

berhubung udah sama2 basah, gw pasangin caps lagi dan coba utk masukin ke meki Eve ... tapi dia bilang dia blom basah, jadi di kocok2 sama Eve, wow kocokannya mantep banget, untung udah pakein caps ... jadi gak perih, nikmat bangetttt! sampe akhirnya Eve yg bimbing sendiri pake tangan Eve masukin ke lubang mekinya yg udah siap di genjot lagi. gw genjot perlahan ... ahhhh, enak banget, anget!

gw genjot genjot lagi, posis MOT. nikmat tenannnn. kakinya Eve gw angkat satu biar lebih enak. abis gitu gw angkat dua2nya... posisi agak susah soalnya masih di sofa, sempit banget tempatnya.. bbrp kali genjotan, gw minta pindah ke ranjang aja lebih luas.

akhirnya di ranjang gw genjot lagi si Eve, dia keenakan ... dia bialng terus .. terus .. enakkk
gw angkat kaki Eve dua-duanya, genjot dgn kecepatan sedang ... terus ke high speed, terus gw turunin lagi speednya ... waduh pokoknya nikmat banget dah, terus dia bilang kok lama banget keluarnya, ya udah gw genjot full spped ... sampe akhirnya gw ngecrot di caps, gw gak lgsg cabut kontol ... tapi gw peluk dia erat2 dulu, terus gw kiss dia. sampe akhirnya lemes dan gw buang caps gw ke tong sampah, dah gitu bersih2.

Anda tertarik mencoba perselingkuhan di dunia internet atau dunia maya? bisa saja. anda bisa dapat menikmati tubuh tante girang lewat dunia maya.

Ngentot istri seorang pelayar

|| || ,,,, || Leave a komentar
Ini adalah cerita sex yang sangat seru, bikin degdegan dan pengen coba ikut ngentot istri seorang pelayar. bagaimana cerita tante girang yang akhirnya di entot oleh pemuda yang memanfaatkan kesepian si tante girang, tante girang ini di tinggal suaminya yang kerja di kapal pesiar, berikut cerita lengkapnya.

Suatu hari pada awal bulan februari 2004, aku sudah merasa agak familiar dengan apa yang namanya kota Surabaya soalnya aku sudah 2 bulan berada di Surabaya. Aku emang agak lambat untuk mengenal lingkungan karena aku lebih suka berada di kamar sendirian.

Suatu sore ketika aku sedang di Delta plaza buat beli beberapa kebutuhan sehari-hariku dan kebutuhan mandi. Saat itu aku memasuki plaza itu dengan santainya karena aku memang tidak terburu-buru, dan aku memasuki salah satu swalayan disitu dan memilih-milih barang kebutuhanku, dan setelah selesai aku pergi ke kasir dan antri disitu.. dan emang lumayan panjang antriannya karena malam minggu.

Karena agak bosan antri maka aku tengok kanan kiri dan depan belakang kayak orang kampung. Ketika kuperhatiin di depanku ternyata seorang ibu-ibu yang membawa banyak belanjaan di keranjang belanjanya, dan nampaknya dia agak keberatan. Ketika kuperhatiin lebih lanjut ternyata dia lumayan menarik walaupun badannya agak over weight. Dari wajahnya kuperkirakan sekitar umur 35 tahun, tingginya sekitar 158 dan beratnya sekitar 65 kg. Kuperhatiin payudaranya sekitar 34C wah? Gede banget? Sampai terbayang pikiran kotor di otakku yang emang ngeres. Posisi dia yang berdiri agak menyamping jadi aku bisa puas memandanginya dari samping dan ketika dia menengokku (mungkin merasa di perhatiin) dan matanya bentrok dengan mataku dan dia tersenyum padaku hingga aku agak malu karena kepergok memandanginya sebegitu detail.

Pada saat giliran wanita di depanku dia mengangkat barang-barang belanjaannya dan salah satu barang belanjaannya jatuh secara otomatis aku menangkapnya dan ternyata dia juga berusaha menangkap barang tersebut sehingga walaupun barang itu terpegang olehku ternyata terpegang juga oleh tangannya sehingga kami seolah-olah bergandengan tangan.

"Maaf Mbak," kataku agak malu karena menyentuh tangannya yang halus dan hangat itu.
"Enggak apa-apa kok Dik, terima kasih telah membantu menangkap belanjaan saya yang jatuh" jawabnya sambil tersenyum.

Kemudian dia melanjutkan aktifitasnya dengan kasir, setelah selesai semua dia keluar dan menoleh kepadaku sambil menganggukan kepalanya kepadaku dan bibirnya tersenuym manis. Dan akupun menganggukkan kepala sambil tersenyum.

Setelah selesai belanja kemudian aku jalan agak santai menuju pintu keluar, ternyata di loby wanita itu masih berada di loby tersebut dan disampingnya banyak belanjaannya, kemudian aku lewat di depannya dengan cueknya dan pura-pura nggak mengenalinya.

"Ech, Dik" kata wanita itu sambil mengejarku.
"Iya Mbak, ada apa.. Ech.. Ini Mbak yang tadi yaa" kataku.
"Iya Dik, adik mau Bantu Mbak nggak Dik" tanya wanita itu.
"Kalau saya bisa membantu Mbak dengan senang hati saya Bantu Mbak. Och ya, nama saya Dony.." kataku sambil mengulurkan tanyaku.
"Saya Ida," kata wanita itu sambil mengulurkan tangannya.
"Apakah yang bisa saya Bantu Mbak" tanyaku.
"Itu, barang-barang Mbak kan banyak jadi bingung bawanya ke mobil Mbak, jadi kalau bisa minta tolong ama Dik Dony buat bantuin Mbak angkat barang-barang Mbak ke mobil. Itupun kalau Dik Dony enggak keberatan" kata wanita itu sambil tersenyum tetapi tatapannya penuh permohonan.
"Oh, gitu, kalau cuma gitu sih gampang soalnya barang-barang saya cuma dikit jadi enggak masalah kalau cuma Bantu Mbak" jawabku sambil mendekati barang belanjaan Mbak Ida.
"Terima kasih sebelumnya lho Dik Dony, Mbak telah merepotkan" kata Mbak Ida agak kurang enak.
"Enggak apa-apa kok Mbak biasa. O.. Ya.. Mobil Mbak di sebelah mana" tanyaku.
"Disana itu" kata Mbak Ida sambil menunjuk mobil Suzuki baleno warna hitam metalik.

Kemudian kami jalan bareng menuju ke mobil tersebut dan aku mengakat barang-barang belanjaan mabk Ida, lumayan berat sih, tapi demi Mbak yang menarik ini aku mau. Setelah meletakkan seluruh barang belanjaan Mbak Ida kemudian aku pamit pergi.

"Terima kasih lho Dik Dony, telah bantuin Mbak. O.. Ya. Dik Dony rumahnya dimana" tanya Mbak Ida.
"Rumah saya di jl. M" jawabku pendek sambil memandang tubuh Mbak Ida yang sexy itu.
"Kalau gitu kita barengan aja pulangnya, soalnya Mbak rumah di perumahan G jadi kan dekat" ajak Mbak Ida.
"Enggak usah Mbak ntar ngrepotin Mbak ajak" tolakku dengan halus.
"Gak ngrepotin kok, Mbak malah senang kalau Dik Dony mau bareng ama Mbak soalnya jadi ada yang diajak ngobrol waktu nyetir" katanya sambil memintaku masuk ke mobil.

Kemudian aku masuk dan setelah dijalan kami mengobrol banyak, ternyata Mbak Ida sudah punya suami dan seorang anak laki-laki berumur 4 tahun. Dia cerita bahwa suaminya seorang pelayar jadi pulangnya 6 bulan sekali bahkan terkadang setahun sekali dan dia tinggal dirumah dengan anak dan pembantunya.

"Mampir ke rumah Mbak dulu ya Dik Dony, nanti biar Mbak anterin Dik Dony kalau sudah bawa barang-barang kerumah" kata Mbak Ida dan aku hanya mengangguk.

Ketika memasuki gerbang rumahnya dan kulihat sebuah rumah yang sangat mewah. Dan akupun membawa barang-barang Mbak Ida ke dalam rumahnya, kemudian aku dipersilahkan duduk di ruang tamu.

"Dik Dony mau minum apa" tanya Mbak Ida.
"Enggak usah Mbak, lagian bentar lagi kan saya pulang" jawabku.
"Minum dulu deh sambil kita ngobrol, Mbak sudah lama nggak ada teman ngobrol. Mau susu dingin" tanya Mbak Ida.
"Boleh" jawabku singkat.
"Sambil nunggu minuman Dik Dony nonton aja dulu" katanya Mbak Ida sambil mengambil remote TV dan menyerahkannya padaku dan kemudian dia pergi kebelakang untuk mengambil minum buatku.

Ketika kuhidupkan TV ternyata otomatis ke dvd dan filmnya ternyata film semi porno. Cuek aja aku nonton, enggak kusadari ternyata Mbak Ida lama mengambil minuman dan akupun asyik nonton film semi porno tersebut.

"Suka nonton gituan ya Dik," tanya Mbak Ida mendadak sudah berada dibelakangku.

Aku tersentak kaget dan malu, lalu kumatiin TV-nya. Kulihat Mbak Ida sudah ganti pakaiannya, sekarang mabk Ida memakai celana pendek dan you can see. Sehingga nampak pahanya yang putih mulus dan ternyata dia tIdak memakai bra sehingga nampak putingnya membayang di balik you can see nya tersebut.

"Ech, enggak usah di matiin, Dik Dony kan sudah besar ngapain malu nonton gituan. Mbak juga suka kok nonton film gituan jadi baiknya kita ngobrol sambil nonton bareng" kata Mbak Ida.

Lalu kuhidupkan lagi TV tersebut dan kami mengobrol sambil nonton film tersebut, ketika kuperhatiin ternyata nafas Mbak Ida nampak nggak teratur, nampaknya Mbak Ida sudah menahan hornynya. Dan Mbak Ida merapat ketubuhku sambil tangannya meremas tanganku. Kemudian dia berusaha menciumku dan aku berusaha menghindar.

"Jangan Mbak" kataku.
"Kenapa Dik, apa Mbak sudah terlalu tua sehingga nggak menarik lagi buat Dik Dony" kata Mbak Ida.
"Bukan gitu Mbak, Mbak sih cantik dan sexy, lelaki mana seh yang enggak tertarik ama Mbak. Tapi kan Mbak sudah punya suami dan nanti kalau di lihat ama pembantu Mbak kan enggak enak," jawabku.
"Ah.. Suami Mbak sudah 8 bulan nggak pulang sehingga Mbak kesepian, Dik Dony mau kan nolong Mbak buat ilangin kesepian Mbak. Sedangkan pembantu Mbak sedang dilantai atas main-main ama anak Mbak" kata Mbak Ida.

Tanpa menjawab kubalas ciuman Mbak Ida dengan lembut dan tanganku mulai bermain dibalik baju Mbak Ida sehingga tanganku bisa meremas-remas lembut payudara Mbak Ida yang besar dan sexy tersebut. Nafas Mbak Ida semakin nggak beraturan dan mulutnya mulai mendesis-desis ketika lIdahku sudah bermain di bagian leher dan telinga Mbak Ida.

"Kita ke kamar Mbak yuk" kata Mbak Ida.

Kemudian kami berjalan menuju kamar Mbak Ida. Sesampai di kamar Mbak Ida, Mbak Ida langsung menerkamku dan menciumiku, dan akupun nggak kalah sigapnya. Kuciumi seluhur leher Mbak Ida dan telinganya dan tak lupa lIdahku bermain di leher dan telinganya sedangkan tanganku meremas, mengelus payudara Mbak Ida dan semakin kebawah.

Kemudian kubuka baju Mbak Ida, wah.. ternyata tubuhnya sangat sexy dengan sepasang payudara yang besar berukuran 34 C dan masih kencang dan nggak nampak kalau Mbak Ida pernah melahirkan seorang anak. Payudaranya yang mengacung ke atas dengan sepasang puting yang berwarna merah kehitaman. Kemudian kuciumin payudara Mbak Ida, kuisap putingnya dan kugigit-gigit kecil sehingga Mbak Ida mengluh dan mendesis menahan nikmatnya kenikmatan yang kuberikan.

Kemudian setelah puas dengan payuadaranya kemudian kubuka celana pendek Mbak Ida, dan nampaklah sebuah lebah mungil yang indah dan ditumbuhi dengan bulu-bulu yang hitam dan halus. Kucium lembah tersebut sampai Mbak Ida tersentak kaget, aku nggak peduli, kemudian kujilati klitorisnya yang berwarna hitam kemerah-merahan. Mbak Ida menjerit-jerit menahan kenikmatan dan tak lama kemudian air mani Mbak Ida membanjir keuluar dari dalam liang vaginanya. Mbak Ida terkulai lemas.

"Apa yang kamu lakukan sayang. Suami Mbak nggak pernah memperlakukan Mbak seperti ini. Dik Dony emang luar biasa" kata Mbak Ida.

Kemudian aku melanjutkan lagi kegitatan lIdahku di sekitar leher dan telinga sedangkan kedua tanganku berada di kedua payudara Mbak Ida yang sangat sexy itu. Mbak Ida mulai menggeliat-geliatkan tubuhnya karena menahan kenikmatan yang tIdak tertahankan olehnya. Tangan Mbak Ida merengut bajuku hingga lepas dan kemudian membuka celana panjangku sehingga aku hanya memakai celana dalam saja. Mr P ku yang sudah tegang nongol dari celana dalamku karena emang Mr P-ku kalau sedang tegang selalu nongol dari balik celana dalam karena celana dalamku nggak muat buat menampung besar dan panjangnya Mr P-ku. Mbak Ida terbelalak melihat Mr P-ku yang nongol dari balik celana dalamku dan kemudian dia membuka celana dalamku sehingga rudal andalanku ngacung di depan mata Mbak Ida yang memandangnya dengan bengong.

"Wah.. kok besar banget Dik Dony, punya suami Mbak aja enggak sebesar ini dan jauh lebih kceil" kata Mbak Ida sambil mengelus Mr. P ku.

Kemudian lIdahku sudah bermain di payudara Mbak Ida dan Mbak Ida sudah menjerit-jerit keenakan dan tangannya mengocok-kocok rudalku. Kemudian aku mulai alihkan perhatianku ke Vagina Mbak Ida dan kujilati vagina Mbak Ida sehingga Mbak Ida seperti kejang-kejang menerima serangan lIdahku pada vaginanya. Kumasukkan lIdahku ke liang vagina Mbak Ida yang sudah banjir kembali itu.

"Sudah donk sayang, jangan siksa Mbak. Cepat masukan punyamu sayang" kata Mbak Ida memohoin karena sudah nggak tahan menahan rangsangan yang kuberikan.

Tanpa perintah dua kali kemudian kuarahkan rudahku ke liang vagina Mbak Ida, ternyata nggak bisa masuk, lalu ku gesek-gesekan kepala rudalku buat penetrasi supaya rudalku bisa masuk ke liang kemaluan Mbak Ida. Setelah kurasakan cukup penetrasinya kemudian kumasukan rudalku ke liang senggamanya. Kepala rudalku sudah masuk ke liang vaginanya ketika kucoba buat masukkan semuanya ternta nggak bisa masuk karena liang vagina Mbak Ida sangat sempit buat rudalku yang berukuran 17 cm dan berdiameter 4 cm.

Lalu kukeluar masukan perlahan-lahan ke[ala rudalku dan kemudian kutekan agak paksa rudalku supaya masuk ke dalam liang vagina Mbak Ida. Kulihat wajah Mbak Ida meringis aku jadi nggak tega maka kuhentikan gerakan rudalku dan mulutku mulai beraksi lagi di seputar dada Mbak Ida sehingga Mbak Ida mendesah-desah keras. Lalu kucoba memasukan rudalku dan ternyata bisa masuk ¾ bagian dan kemudian kugerakan keluar masuk dan itu ternyata mebuat Mbak Ida kelimpungan dan mulutnya menjerit-jerit nikamat dan kepalanya di geleng-gelengkan kekiri dan ke kanan sedangkan tangannya mencengkeram pinggiran kasur.

Lalu ketekan rudalku lebih keras hingga amblas ke liang vagina Mbak Ida dan sampai menyentuh dinding rahim Mbak Ida. Kemudian ku gerakan keluar masuk di liang vagina Mbak Ida, Mbak Ida berteriak-teaik keras ketika ku gerak-grwakkan rudalku dengan cepat dan tak lama kemudian kurasakan ada jepitan yang keras dari liang vagina Mbak Ida dan tubuh Mbak Ida mengejang dan terasalah semburan hangat pada kepala rudalku dari liang vagina Mbak Ida. Mbak Ida terkulai lemas setelah menikmati orgasmenya tersebut. Tanpa kucabut rudalku dari liang vagina Mbak Ida kemudian ku pelutk tubuh Mbak Ida yang montok dan kucium keningnya.

"Hebat kamu Dik, aku baru sekali ini menikmati kenikmatan yang luar biasa" kata Mbak Ida sambil memandangku dengan kagum, karena aku belom keluar keringat sedikitpun.

Setelah kurasakan Mbak Ida sudah agak pulih nafasnya kemudian ke genjot lagi rudalku dIdalam vagina Mbak Ida. Dan itu berlalu sampai ronde yang ke delapan dengan berbagai gaya yang kami lakukan.

"Kok belum keluar juga sayang, Mbak sudah lemas nih, tolong donk Mbak sudah enggak kuat neh" kata Mbak Ida memintaku buat mengakhiri permainanku.

Tanpa menjawab ku genjot lagi rudalku ke liang vagina Mbak Ida, Mbak Ida hanya bisa menjerit-jerit keenakan saja sambil menggeleng-gelengkan kepala karena sdudah lemas tubuhnya sehingga gerakkannya terbatas.

"Mbak mau keluar lagi nih sayang" kata Mbak Ida.
"Barengan yuk Mbak. Dony juga sudah mau keluar nih. Keluarin dimana" tanyaku sambil menahan nafas karena sudah menahan seluruh cairanku mengalir menuju rudalku.
"Didalam saja" kata Mbak Ida sambil menggoyang-goyangkan pantatnya

Kemudian ku genjot keluar masuk rudalku dengan cepat.

"Oughh.. lebih cepat sayang. Mbak sudah mau keluar nih" kata Mbak Ida sambil tubuhnya tegang siap-siap merasakan orgasme yang ke sembilannya.

Kemudian kurasakan liang vaginanya menyempit dan menjepit rudalku sehingga tak tertahankan lagi membanjir keluar seluruh cairan dari dalam tubuhku ke dalam liang vagina Mbak Ida.

"Ouaghh.." jerit Mbak Ida keras, sambil kurasakan ada semprotan hangat di kepala rudalku dari liang vagina Mbak Ida sehingga liang Mbak Ida banjir dengan air mani kami berdua.

Setelah agak lama kemudian kucabut rudalku dari liang vagina Mbak Ida. Lalu kepeluk tubuh Mbak Ida dan kucium jIdatnya dan kemudian aku berbaring disisi Mbak Ida untuk mengatur nafasku yang tak beraturan.

Setelah mandi bareng (satu ronde lagi di kamar mandi) kemudian kami berpakain dan menuju ke ruang tamu.

"Kamu panggil aja Mbak dengan nama Mbak lagian umur kita kan enggak beda jauh" kata Mbak Ida sambil mencium pipiku.
"Iya Mbak. Aku sudah 25 tahun nih" kataku.
"Kamu besok-besok masih mau kan main ama aku" kata Mbak Ida memulai biar lebih akrab.
"Tentu saja sayang. Siapa sih yang enggak mau ama tubuh sexy dan wajah yang manis seperti ini. Emang Ida nggak takut ketauan" kataku.
"Enggak donk. Orang disni sepi banget lagian anakku tidur di kamarnya sendiri jadi ada apa-apa di kamarku kan enggak bakal ketauan" kata Ida sambil mengedipkan mata.
"Oke deh. Kalau begitu aku pulang ke kostku dulu yaa" kataku sambil berdiri.
"Bentar. Kuantar kamu pulang" kata Mbak Ida sambil pergi mengambil kuci mobilnya.

Begitulah sampai sekarang aku hampir tiap malam kerumah Mbak Ida buat memuaskan nafsu Mbak Ida yang lama nggak tersalurkan. Akupun sampai-sampai hampir nggak sempat mengunjungi pacarku.

Demikian kisah tante girang yang kesepian di tinggal suami yang bekerja di kapal pesiar. nantikan cerita kami selanjutnya. hanya di komunitas tante girang