Tampilkan postingan dengan label istri selingkuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label istri selingkuh. Tampilkan semua postingan

Istriku Bejat

|| || ,,,,,, || Leave a komentar
Semoga diantara kita tak ada yang memiliki istri bejat, istri yang suka selingkuh ataupun istri yang menjadi tante girang dan akhirnya ikut dalam komunitas tante girang, pasti sangat menyakitkan, berikut adalah cerita perselingkuhan dari pengakuan seorang istri bejat bernama dina. dia mengakui telah beberapa kali melakukan perselingkuhan dengan sadar dan tidak merasa bersalah, berikut cerita lengkapnya. Istri Selingkuh memang menyakitkan!!

namaku dina, mungkini yang ingin aku cerita kan tentang cerita perselingkuhan aku dengan beberapa pria, mungkin banyak orang mangatakan klo kehidupan ku sangat sempurna karena mendapatkan suami orang luar negeri yang bekerja sebagi pelaut dan aku di karuniai seorang anak yang bernama kaira.

tapi dalam hati aku yang dalam aku selama ini sangat menderita dalam kehidupan kelas atas yang penuh dengan ego yang tinggi.

cerita ini berawal dari kebiasaan ku masih remaja yang sering chat dan membuka beberapa situs pertmanan, saat itu aku aku sedang chat dengan suami aku, gak sengaja aku berkenalan dengan seorang pria yang belum aku kenal sebelum nya.

setelah berkenalan ternyata naman nya budi kerja di sebuah perusahan yang bergerak di bidang investasi lama kami berkenalan sehingga mulai lah dia merayu aku akan kehidupan aku, memang kita telah berkenalan sehingga seiring waktu kita sering bertukar cerita satu sama lain.

singkat cerita kita sepakat ingin bertemu ditempat yang kita tentukan
memang selama aku kanal dengan cowo yang satu ini sangat berbeda dengan suami aku dia bisa membuat aku nyaman. aku pernah mendapat cerita dewasa seperti ini, yang menceritakan nikmatnya perselingkuhan, sehingga pasagan selingkuh terasa sangat beda saat di dekat kita.

setelah janjian aku pun pergi mandi, di dalam kamar mandi terbayang seperti apa wajah mas budi ini kenapa aku panggil budi karena usia nya lebih tua dari, setelah mandi aku pun pergi ketempat janjian dengan membawa anak kaira karena di rumah gak ada siapa-siapa suami aku pergi keluar kota. jantugku berdebar gak karuan, mengahayal ngentot dengan tuh cowok, membayangkan kontol nya yang gede, pasti akan nikmat di gesek-gesekkan apalagi di masukkan ke memek ku.

lama aku menunggu mas budi tapi belum ada seorang pria pun yang mengahampiri diriku, setelah beberapa menit datang seorang pria yang gagah, dan tampan meskipun sedikit lebih tua
"hai kamu dina ya" tanyanya
"iya benar saya dina, kamu mas budi ya" kata saya sambil berdiri dari bangku duduk
"itu kaira ya" tanyanya
"iya itu kaira, kenapa lama sekali datang nya" kata saya
"maklum macet, oia kmu suka nonton film gak"tanya sambil memegang tangan ku
"iya suka sih, emang kenapa"jawab saya sambil melepaskan tangannya tapi dia diam saja
"gimana klo kita nonton film kebetulan sekarang ada film bagus nih"uacpnya
"iya boleh sih tapi klo bisa film bokep biar seru. dan kita pun menonton film bokep akhirnya terjadilah peristiwa perselingkuhan pertamaku.

Aku akan lanjutkan cerita seks ku dengan beberapa pria pada cerita selanjutnya, hari udah menjelang pagi mungkin aku akan menceritakan nya dengan hot dan pasti kalian suka. karena perselingkuhan itu enak...

Cerita dikirim Oleh DIna di jakart

Istri Selingkuh

|| || ,,,, || Leave a komentar
Ini mungkin cerit seks yang umum terjadi di masyarakat, tapi jika langsung di ceritakan akan lebih seru, apalagi yang menceritakan lagsung adalah seorang wanita kesepian di tinggal suami yang terlalu sibuk kerja, karena hal tersebut lah akhirnya istri selingkuh dengan pak RT. langsung lanjut ceritanya berikut ini. Ada adegan bugil yang bikin ngecrot... Memang sedih memiliki istri yang suka selingkuh, tapi mungkin ada alasan kenapa istri selingkuh, istri yang selingkuh memiliki masalah psikis yang mungkin bisa di tanya penyebabnya sehingga dia selingkuh. langsung aja simak cerita selingkuh berikut ini...

Aku tinggal di kompleks perumahan BTN di Jakarta. Suamiku termasuk orang yang selalu sibuk. Sebagai arsitek swasta, tugasnya boleh dibilang tidak kenal waktu. Walaupun dia sangat mencintaiku, bahkan mungkin memujaku, aku sering kesepian. Aku sering sendirian dan banyak melamun membayangkan betapa hangatnya dalam sepi itu Mas Adit, begitu nama suamiku, ngeloni aku. Saat-saat seperti itu membuat libidoku naik. Dan apabila aku nggak mampu menahan gairah seksualku, aku ambil buah ketimun yang selalu tersedia di dapur. Aku melakukan masturbasi membayangkan dientot oleh seorang lelaki, yang tidak selalu suamiku sendiri, hingga meraih kepuasan.

Yang sering hadir dalam khayalan seksualku justru Pak Parno, Pak RT di kompleks itu. Walaupun usianya sudah diatas 55 tahun, 20 tahun di atas suamiku dan 27 tahun di atas umurku, kalau membayangkan Pak Parno ini, aku bisa cepat meraih orgasmeku. Bahkan saat-saat aku bersebadan dengan Mas Aditpun, tidak jarang khayalan seksku membayangkan seakan Pak Parnolah yang sedang menggeluti aku. Aku nggak tahu kenapa. Tetapi memang aku akui, selama ini aku selalu membayangkan kemaluan lelaki yang gedee banget. Nafsuku langsung melonjak kalau khayalanku nyampai ke sana. Dari tampilan tubuhnya yang tetap kekar walaupun tua, aku bayangkan kontol Pak Parno juga kekar. Gede, panjang dan pasti tegar dilingkari dengan urat-urat di sekeliling batangnya. Ooohh.., betapa nikmatnya dientot kontol macam itu ..

Di kompleks itu, di antara ibu-ibu atau istri-istri, aku merasa akulah yang paling cantik. Dengan usiaku yang 28 tahun, tinggi 158 cm dan berat 46 kg, orang-orang bilang tubuhku sintal banget. Mereka bilang aku seperti Sarah Ashari, selebrity cantik yang binal adik dari Ayu Ashari bintang sinetron. Apalagi kalau aku sedang memakai celana jeans dengan blus tipis yang membuat buah dadaku yang cukup besar membayang. Hatiku selangit mendengar pujian mereka ini..

Pada suatu ketika, tetangga kami punya hajatan, menyunatkan anaknya. Biasa, kalau ada tetangga yang punya kerepotan, kami se-RT rame-rame membantu. Apa saja, ada yang di dapur, ada yang ngurus pelaminan, ada yang bikin hiasan atau menata makanan dan sebagainya. Aku biasanya selalu kebagian bikin pelaminan. Mereka tahu aku cukup berbakat seni untuk membuat dekorasi pelaminan itu. Mereka selalu puas dengan hasil karyaku.

Aku menggunakan bahan-bahan dekorasi yang biasanya aku beli di Pasar Senen. Pagi itu ada beberapa bahan yang aku butuhkan belum tersedia. Di tengah banyak orang yang pada sibuk macam-macam itu, aku bilang pada Mbak Surti, yang punya hajatan, untuk membeli kekurangan itu.

'Kebetulan Bu Mar, tuh Pak Parno mau ke Senen, mbonceng saja sama dia', Bu Kasno nyampaikan padaku sambil nunjuk Pak Parno yang nampak paling sibuk di antara bapak-bapak yang lain.
'Emangnya Pak Parno mau cari apaan?, aku nanya.
'Inii, mau ke tukang tenda, milih bentuk tenda yang mau dipasang nanti sore. Sama sekalian sound systemnya', Pak Parno yang terus sibuk menjawab tanpa menengok padaku.
'Iyaa deh, aku pulang bentar ya Pak Parno, biar aku titip kunci rumah buat Mas Adit kalau pulang nanti'. Segalanya berjalan seperti air mengalir tanpa menjadikan perhatian pada orang-orang sibuk yang hadir disitu.

Sekitar 10 menit kemudian, dengan celana jeans dan blus kesukaanku, aku sudah duduk di bangku depan, mendampingi Pak Parno yang nyopirin Kijangnya. Udara AC di mobil Pak Parno nyaman banget sesudah sepagi itu diterpa panasnya udara Jakarta. Pelan-pelan terdengar alunan dangdut dari radio Mara yang terdapat di mobil itu.

Saat itu aku jadi ingat kebiasaanku mengkhayal. Dan sekarang ini aku berada dalam mobil hanya berdua dengan Pak Parno yang sering hadir sebagai obyek khayalanku dalam hubungan seksual. Tak bisa kutahan, mataku melirik ke arah selangkangan di bawah kemudi mobilnya. Dia pakai celana drill coklat muda. Aku lihat di arah pandanganku itu nampak menggunung. Aku nggak tahu apakah hal itu biasa. Tetapi khayalanku membayangkan itu mungkin kontolnya yang gede dan panjang.

Saat aku menelan ludahku membayangkan apa di balik celana itu, tiba-tiba tangan Pak Parno nyelonong menepuk pahaku. 'Dik Marini mau beli apaan? Di Senen sebelah mana?', sambil dia sertai pertanyaan ini dengan nada ke-bapak-an.
Dan aku bener-bener kaget lho. Aku nggak pernah membayangkan Pak RT ini kalau ngomong sambil meraba yang di ajak ngomong.
'Kertas emas dan hiasan dinding, Pak. Di sebelah toko mainan di pasar inpress ituu..', walaupun jantungku langsung berdegup kencang dan nafasku terasa sesak memburu, aku masih berusaha se-akan-akan tangan Pak Parno di pahaku ini bukan hal yang aneh.
Tetapi rupanya Pak Parno nggak berniat mengangkat lagi tangannya dari pahaku, bahkan ketika dia jawab balik, 'Ooo, yyaa.. aku tahu ..', tangannya kembali menepuk-nepuk dan digosok-gosokkanya pada pahaku seakan sentuhan bapak yang melindungi anaknya.

Ooouuiihh.. aku merasakan kegelian yang sangat, aku merasakan desakan erotik, mengingat dia selalu menjadi obyek khayalan seksualku. Dan saat Pak Parno merabakan tangannya lebih ke atas menuju pangkal pahaku, reaksi spontanku adalah menurunkan kembali ke bawah. Dia ulangi lagi, dan aku kembali menurunkan. Dia ulangi lagi dan aku kembali menurunkan. Anehnya aku hanya menurunkan, bukan menepisnya. Yang aku rasakan adalah aku ingin tangan itu memang tidak diangkat dari pahaku. Hanya aku masih belum siap untuk lebih jauh. Nafasku yang langsung tersengal dan jantungku yang berdegap-degup kencang belum siap menghadapi kemungkinan yang lebih menjurus.

Pak Parno mengalah. Tetapi bukan mengalah bener-bener. Dia tidak lagi memaksakan tangannya untuk menggapai ke pangkal pahaku, tetapi dia rubah. Tangan itu kini meremasi pahaku. Gelombang nikmat erotik langsung menyergap aku. Aku mendesah tertahan. Aku lemes, tak punya daya apa-apa kecuali membiarkan tangan Pak Parno meremas pahaku. 'Dik Maarr..', dia berbisik sambil menengok ke aku.

Tiba-tiba di depan melintas bajaj, memotong jalan. Pak Parno sedikit kaget. Otomatis tangannya melepas pahaku, meraih presnelling dan melepas injakan gas. Kijang ini seperti terangguk. Sedikit badanku terdorong ke depan. Selepas itu tangan Pak Parno dikonsentrasikan pada kemudi. Jalanan ke arah Senen yang macet membuat sopir harus sering memindah presnelling, mengerem, menginjak gas dan mengatur kemudi. Aku senderkan tubuhku ke jok. Aku nggak banyak ngomong. Aku kepingin tangan Pak Parno itu kembali ke pahaku. Kembali meremasi. Dan seandainya tangan itu merangkak ke pangkal pahaku akan kubiarkan. Aku menjadi penuh disesaki dengan birahi. Mataku kututup untuk bisa lebih menikmati apa yang barusan terjadi dan membiarkan pikiranku mengkhayal.

Benar. Sesudah jalanan agak lancar, tangan Pak Parno kembali ke pahaku. Aku benar-benar mendiamkannya. Aku merasakan kenikmatan jantungku yang terpacu dan nafasku yang menyesak dipenuhi rangsangan birahi. Langsung tangan Pak Parno meremasi pahaku. Dan juga naik-naik ke pangkal pahaku. Tanganku menahan tangannya. Eeeii malahan ditangkapnya dan diremasinya. Dan aku pasrah. Aku merespon remasannya. Rasanya nikmat untuk menyerah pada kemauan Pak Parno. Aku hanya menutup mata dengan tetap bersender di jok sambil remasan di tangan terus berlangsung.

Sekali aku nyeletuk,
'N'tar dilihat orang Pak',
'Ah, nggaakk mungkin, kacanya khan gelap. Orang nggak bisa melihat ke dalam', aku percaya dia.
Sesudah beberapa saat rupanya desakan birahi pada Pak Parno juga menggelora,
'Dik Mar.. kita jalan-jalan dulu mau nggak?', dia berbisik ..
'Kemana..?', pertanyaanku yang aku sertai harapan hatiku ..
'Ada deh.. Pokoknya Dik Mar mau khan..'.
'Terserah Pak Parno.., Tapinya n'tar ditungguin orang-orang .., n'tar orang-orang curiga .. lho'.
'Iyaa, jangan khawatirr.., paling lama sejamlah.', sambil Pak Parno mengarahkan kemudinya ke tepi kanan mencari belokan ke arah balik. Aku nggak mau bertanya, mau ngapain 'sejam'??

Persis di bawah jembatan penyeberangan dekat daerah Galur, Pak Parno membalikkan mobilnya kembali menuju arah Cempaka Putih. Ah.. Pak Parno ini pasti sudah biasa begini. Mungkin sama ibu-ibu atau istri-istri lainnya. Aku tetap bersandar di jok sambil menutup mataku pura-pura tiduran. Dengan penuh gelora dan deg-degan jantungku, aku menghadapi kenyataan bahwa beberapa saat lagi, mungkin hanya dalam hitungan menit, akan mengalami saat-saat yang sangat menggetarkan. Saat-saat seperti yang sering aku khayalkan. Aku nggak bisa lagi berpikir jernih. Edan juga aku ini.., apa kekurangan Mas Adit, kenapa demikian mudah aku menerima ajakan Pak Parno ini. Bahkan sebelumnya khan belum pernah sekalipun selama 8 tahun pernikahan aku disentuh apalagi digauli lelaki lain.

Yang aku rasakan sekarang ini hanyalah aku merasa aman dekat Pak Parno. Pasti dia akan menjagaku, melindungiku. Pasti dia akan mengahadpi aku dengan halus dan lembut. Bagaimanapun dia adalah Pak RT kami yang selama ini selalu mengayomi warganya. Pasti dia nggak akan merusak citranya dengan perbuatan yang membuat aku sakit atau terluka. Dan rasanya aku ingin banget bisa melayani dia yang selama ini selalu jadi obyek khayalan seksualku. Biarlah dia bertindak sesuatu padaku sepuasnya. Dan juga aku ingin merasakan bagaimana dia memuaskan aku pula sesuai khayalanku.
Agu gemetar hebat. Tangan-tanganku gemetar. Lututku gemetar. Kepalaku terasa panas. Darah yang naik ke kekepalaku membuat seakan wajahku bengap. Dan semakin kesana, semakin aku nggak bisa mencabut persetujuanku atas ajakan 'jalan-jalan dulu' Pak Parno ini.

Tiba-tiba mobil terasa membelok ke sebuah tempat. Ketika aku membuka mata, aku lihat halaman yang asri penuh pepohonan. Di depan mobil nampak seorang petugas berlarian menuntun Pak Parno menuju ke sebuah garasi yang terbuka. Dia acungkan tangannya agar Pak Parno langsung memasuki garasi berpintu rolling door itu, yang langsung ditutupnya ketika mobil telah yakin berada di dalam garasi itu dengan benar. Sedikit gelap. Ada cahaya kecil di depan. Ternyata lampu di atas sebuah pintu yang tertutup. Woo.. aku agak panik sesaat. Tak ada jalan untuk mundur. Kemudian kudengar Pak Parno mematikan mesin mobilnya.

'Nyampai Dik Mar ..',
'Di mana ini Pak ..?', terus terang aku nggak tahu di mana tempat yang Pak Parno mengajak aku ini. Tetapi aku yakin inilah jenis 'motel' yang sering aku dengar dari temen-temen dalam obrolan-obrolan porno dalam arisan yang diselenggarakan ibu-ibu kompleks itu.
Pak Parno tidak menjawab pertanyaanku, tetapi tangannya langsung menyeberang melewati pinggulku untuk meraih setelan jok tempat dudukku. Jok itu langsung bergerak ke bawah dengan aku tergolek di atasnya. Dan yang kurasakan berikutnya adalah bibir Pak Parno yang langsung mencium mulutku dan melumat. Uh uh uh .. Aku tergagap sesaat.. sebelum aku membalas lumatannya. Kami saling melepas birahi. Aku merasakan lidahnya menyeruak ke rongga mulutku. Dan reflekku adalah mengisapnya. Lidah itu menari-nari di mulutku. Bau lelaki Pak Parno menyergap hidungku. Beginilah rasanya bau lelaki macam Pak Parno ini. Bau alami tanpa parfum sebagaimana yang sering dipakai Mas Adit. Bau Pak RT yang telah 55 tahun tetapi tetap memancarkan kelelakian yang selama ini selalu menyertai khayalanku saat masturbasi maupun saat aku disebadani Mas Adit. Bau yang bisa langsung menggebrak libidoku, sehingga nafsu birahiku lepas dengan liarnya saat ini..

Sambil melumat, tangan-tangan Pak Parno juga merambah tubuhku. Jari-jarinya melepasi kancing-kancing blusku. Kemudian kurasakan remasan jari kasar pada buah dadaku. Uuiihh .. tak tertahankan. Aku menggelinjang. Menggeliat-geliat hingga pantatku naik-naik dari jok yang aku dudukin disebabkan gelinjang nikmat yang dahsyat. Sekali lagi aku merasa edaann .. aku digeluti Pak RT ku.

Bibir Pak Parno melumatku, dan aku menyambutnya dengan penuh kerelaan yang total. Akulah yang sesungguhnya menantikan kesempatan macam ini dalam banyak khayalan-khayalan erotikku. Ohh .. Pak Parnoo .. Tolongin akuu Pakee .. Puaskanlah menikmati tubuhkuu ..Paak, .. semua ini untuk kamu Paak .. Aku hauss .. Paak .. Tulungi akuu Paakk.

'Kita turun yok Dik Mar .., kita masuk dulu ..', Pak Parno menghentikan lumatannya dan mengajak aku memasuki motel ini.
Begitu masuk kudengar telpon berdering. Rupanya dari kantor motel itu. Pak Parno menanyakan aku mau minum apa, atau makanan apa yang aku inginkan yang bisa diantar oleh petugas motel ke kamar. Aku terserah Pak Parno saja. Aku sendiri buru-buru ke kamar kecil yang tersedia. Aku kebelet pengin kencing.

Bersambung dulu kawan-kawan, saya capek ngetiknya.. panjang amat cerita dari tante girang ini, lain kali saya posting sambungan dari cerita selingkuh tante girang... Nantika juga cerita cerita tante girang lain yang akan memenuhi cerita seks tante girang yang kami miliki. tante cantik, tante bugil dan tentang tante girang lain nya. tapi jangan sampe ikut selingkuh ya... karena selingkuh gak selamanya indah...

Ngentot istri Orang

|| || ,,,,,,, || Leave a komentar
Pengalaman seorang pria bercinta dengan istri orang karena perkenalan lewat dunia maya. silahkan menikmati ceritanya....

Gw mao sedikit intro ttg TTM gw yg notabene adalah binor. nama dia Eve (nama samaran aja yah, menjaga privacy) umur 26 thn, chinese.. spek lengkapnya menyusul nanti.

Gw kenal Eve sejak 15 jan 08 lalu, dari satu forum yang lebih condong ngebahas ttg pernikahan, kebetulan sub forum ini lebih ke arah love&sex. Dia buat thread ttg hubungannya dgn suaminya yg kurang harmonis, disana dia banyak cerita ttg gimana kehidupan love&sex dia.

Di thread itu pula dia cerita kalo dia pesan sextoys secara online atas saran dari member forum itu, sampe akhirnya sextoys itu sampe di rumah dia, dan dicobain (dia beli dua item, yg bola2 kecil dan dildo) suaminya dikasih tau ttg hal ini, tp suaminya itu orgnya cuek jadi dibiarinin aja.

Kemudian gw register id ym baru utk penyamaran, dan posting di thread itu utk menawarkan diri menjadi teman ngobrol, pucuk di cinta ulam tiba ... akhirnya dia add ym gw dan mulai berkenalan basa-basi sedikit.

pertama2 dia gak mau kasih tau nama aseli, sampe akhirnya luluh juga. dan gw pun juga ngasih nama aseli gw, biar sama2 enak aja, trus mulai curhat2an. ssi dilakukan dari hari ke hari. detail ssi nya gw kaga save, soalnya ssi dilakukan di messenger kantor yg archievenya gw non-aktifin supaya aman.

detailnya gw dah lupa, tapi yg pasti gw tiap hari sapa dia dipagi hari, siang hari, sampe mau pulang kerja. dari awal gw udah ssi bilang sayang dan suka sama dia, dan dia biasa2 aja. sampe suatu hari gw coba pancing2 tanya gmn perasaan dia thd gw, dan dia bilang dia mulai suka ma gw (*hati berbunga-bunga deh*)

ssi setiap hari, akhirnya dia berani bilang (i luv u too) mak nyuuusss ...
gw udah lihat foto dia lewat fs, dan gw nanya2 ttg MMS .. ternyata dia gaptek, hpnya lom disetting GPRS nya dan dia gak ngerti cara pakai MMS. ya udah gw bimbing dia, udah coba bimbing setting GPRS, tapi ternyata susah juga .. akhirnya nyerah deh.

sekali waktu gw coba minta dia fotoin foto diri dia yg seksi, dan gw minta dikirimin lewat email. pertama2 dia gak mau, akhirnya dia mau juga .. dan gw dapet full body!

trus gw manja2an sama dia, kadang via telpon... pertama2 gw yg telpon, lama kelamaan dia yg telpon gw .. walaupun jakarta-bandung ga masalah, namanya udah nempel. tiap kali gw tanyain kapan sempet ke jkt, gw dah gak sabar utk ketemuan ... dia bilang dia juga pengen ketemuan, tapi masih takut... katanya takut kalo gw ga suka ma dia, lgsg deh gw ssi lagi dan bilang gw ga akan bilang ga suka ma u, tapi gw akan menerima u apa adanya dan memberikan seks yg selama ini gak u dapetin dari suami u.

dan stlh itu hampir tiap hari chat kita selalu dibumbui oleh chat2 yg bikin ngaceng. dia sendiri bilang selama kenal sama gw, pas dia ml sama suaminya .. yg dibayangin adalah muka gw, dan itu bikin dia tambah horny. shit man, gw horny banget saat itu.

senin minggu lalu, dia blg ke gw, temennya ada acara foto prewed dan dia diminta utk temenin, jadi rabu dan kamisnya dia mau minta cuti. jadi plannya adalah rabu ke jkt utk ketemu gw, kamis baru foto prewed temennya itu. jadi dia ada alibi ke suaminya utk cuti. stlh bertanya2 kethread lounge akhirnya gw tau tempat utk eksekusi Eve. tadinya berencana bulan maret baru mau ketemuan, tapi berhubung dia udah punya alibi, gw yg ikutin jadwal dia aja.

janjian hari rabu pagi2 di citraland, gw cari2 alibi supaya bisa free hari itu. akhirnya pagi2 udah sms2an sama Eve, dan ternyta si Eve telat naik bus ke jkt, tadinya rencana naik yg jam 6, karena telat dia terpaksa naik yang jam 7.15

oke lah gpp telat, gw urus2 kerjaan gw bentar dulu, terus ke apotik utk beli fiesta ultra safe. sampe di citraland jam 9. ternyata Eve sms, dia masih di bus. katanya baru mau masuk tol dalam kota, dan nanti stop di slipi, TA, baru di CL.

singkat cerita dia sampe di CL jam 10an gitu. dia genggam tangan gw, halo ... gitu katanya, tangannya dingin banget... dia bilang grogi banget nih. gw perhatikan facenya, duh cantik banget ... rambutnya baru di cat hilite agak2 pirang. tingginya kurang lebih 160-165. pakai baju semacem sweater garis2 pink hijau. pakai jeans.

terus dia nanya mau jalan2 apa engga, wah gw bilang ngeri euy jalan2 di citraland, kalo ada koneksi nya polda atau koneksi gw yg lihat bisa runyam, gw bilang kita lgsg cari kamar aja, gw dah ga sabar mau peluk Eve (sebelomnya di chat udah pernah bicarain hal ini, kalo ketemu mau ngapain, dan gw bilang mau peluk Eve ... dan buka kamar aja biar gampang peluk2annya, dan dia udah setuju)

akhirnya kita meluncur ke PCG, gw bener2 newbie .. blom pernah kesono, dgn begonya gw tanya parkir motornya dimana mas? dia bilang lgsg masuk aja (dia nunjuk ke garasi dgn pintu ijo yg kebuka) ya udah gw masukin motor gw kesana. terus si Eve nanya2, gimana nih bayarnya gimana? gw bilang gw juga kaga tau lom pernah soalnya. terus ada tombol merah di dinding, gw pencet utk nutup pintu garasinya, dan kita berdua naek ke atas.

masuk kamar, wah nyaman kamarnya ... nyalain tv, nyalain ac .. beres2 sebentar. terus gw bilang; kemari dong, gw mau peluk Eve ... dgn malu2 dia nyamperin, kita pelukan sebentar. bbrp saat kemudian, ada suara mas2 dan lemari disamping pintu berputar. gw samperin, ga taunya disuruh bayar 147rb. gw keluarin 150rb dan ada bonus tango buat nyemil.

stlh bayar, gw samperin Eve, lanjutin pelukan yg tertunda tadi. gw uadh ga sabar, gw kiss bibir dia.. dia juga jago FK nya, lidahnya liar. gw lepasin baju dan bra Eve. ternyata foto2 yg dia kasih sama persis, nenen dia ga besar cuma 32A tapi ga masalah, yg penting masih bisa di remes2 ...

gw remes2 nenennya yg imut itu kiri dan kanan, ga berapa lama tangan gw coba utk buka jeans dia ... susah payah akhirnya kebuka juga .. skrg tubuh dia tanpa benang sehelaipun, dan gw juga buka jeans gw ... kita sama2 telanjang, dan gw kiss lagi bibirnya dgn ganas .. tangan gw ke pantatnya utk remas2 pantatnya. gw dah ngaceng berat saat itu, dan gw dorong kepala dia utk ke bawah, seakan udah mengerti aba2 dari gw .. Eve lgsg lumat kontol gw perlahan ... rasanya ga usah ditanya .... euuuuuuaannakkk banget! ternyata si Eve udah expert ngoral kontol, dah gitu gw bilang ayo tiduran diatas gw ... Eve nanya mau ngapain, gw bilang mao 69 .. pertama dia ragu2, tapi akhirnya mau juga.

gw jilatin meki nya Eve, enak banget ngoral sambil di oral... tapi lama2 bosen juga, lgsg gw suruh dia rebahan, terus gw ambil fiesta ultrasafe dan pasangin caps lalu gw masukin kontol gw pelan2 ke meki Eve, krn udah basah jadinya gampang masukinnya, masuk gigi 1 ... desahan Eve makin gede, terpaksa masuk gigi 2 dan lanjut gigi 3 ... terus ke top speed, bbrp menit kemudian gw crot di caps, gw peluk Eve kenceng2 ...

terus lepas caps, buang ke tong sampah dan gw ajak Eve utk mandi bareng, pertama dia nolak .. tapi akhirnya mau juga. kita peluk2an bareng dan ngobrol betapa gilanya kita melakukan hal ini. gw iya2in aja, ga tau mau ngomong apa lagi. pas mandi bareng itu gw cuman tujuannya utk mandi, jadi kita cuman peluk2an doang.

abis gitu handukan, ntn tv .. ada berita2 gak penting. lalu kita peluk2an lagi. tapi dia bilang mau keringin rambut dulu, duduk di sofa samping deket jendela ya udah gw baringan sambil ntn tv, dia handukin rambutnya, dan di angin2in. bbrp menit kemudian rambut dia udah kering, gw epluk badannya, dan gw kiss lehernya .. dia kegelian.

abis gitu foreplay bbrp saat, dan dia oral kontol gw lagi pelan2... ooghhh yesss, enak banget Eve!
tangan gw kobel2 mekinya, tapi gw susah konsen ke mekinya, soalnya lagi di oral enak banget dah... terus gantian, gw yg oralin Eve ... gila desahannya ga nahan, kenceng banget desahan Eve!

berhubung udah sama2 basah, gw pasangin caps lagi dan coba utk masukin ke meki Eve ... tapi dia bilang dia blom basah, jadi di kocok2 sama Eve, wow kocokannya mantep banget, untung udah pakein caps ... jadi gak perih, nikmat bangetttt! sampe akhirnya Eve yg bimbing sendiri pake tangan Eve masukin ke lubang mekinya yg udah siap di genjot lagi. gw genjot perlahan ... ahhhh, enak banget, anget!

gw genjot genjot lagi, posis MOT. nikmat tenannnn. kakinya Eve gw angkat satu biar lebih enak. abis gitu gw angkat dua2nya... posisi agak susah soalnya masih di sofa, sempit banget tempatnya.. bbrp kali genjotan, gw minta pindah ke ranjang aja lebih luas.

akhirnya di ranjang gw genjot lagi si Eve, dia keenakan ... dia bialng terus .. terus .. enakkk
gw angkat kaki Eve dua-duanya, genjot dgn kecepatan sedang ... terus ke high speed, terus gw turunin lagi speednya ... waduh pokoknya nikmat banget dah, terus dia bilang kok lama banget keluarnya, ya udah gw genjot full spped ... sampe akhirnya gw ngecrot di caps, gw gak lgsg cabut kontol ... tapi gw peluk dia erat2 dulu, terus gw kiss dia. sampe akhirnya lemes dan gw buang caps gw ke tong sampah, dah gitu bersih2.

Anda tertarik mencoba perselingkuhan di dunia internet atau dunia maya? bisa saja. anda bisa dapat menikmati tubuh tante girang lewat dunia maya.

Bercinta dengan istri teman

|| || ,,,,,, || Leave a komentar
Ada banyak cerita seks tentang cerita perselingkuhan ataupun cerita sex yang bermula dari uang, baik dengan tetangga ataupun bercinta dengan istri teman yang kebetulan punya hutang, akhirnya istri nya di jual untuk membayar hutang, berikut kisah selengkapnya....

Aku sebenarnya tidak tega menagih utang pada kawanku yang satu ini. Namun, karena keadaanku juga sangat mendesak, aku memberanikan diri dengan harapan temanku bisa membayar; minimal separuhnya dulu. Sayang sekali, Darta, kawanku yang baru menikah enam bulan yang lalu ini, tak bisa membayar barang sedikit pun. Memang aku mengerti keadaannya. Ia menikah pun karena desakan orang tua Mila, yang kini jadi istrinya. Darta sendiri, sampai saat ini belum punya pekerjaan.

Karena hari sudah larut, aku tahu diri, segera permisi pada Darta.

"Gua jadi enggak enak nih.."
"Sudahlah Ta. Gua gak apa-apa koq. Gua cuma nyoba aja, barangkali ada," aku menukasnya, takut membuatnya jadi beban pikiran.
"Ma, gua mau bisikin sesuatu..' tiba-tiba Darta mendekatkan mulutnya ke arah telingaku. Dan aku benar-benar terkejut, ketika Darta menawarkan istrinya untuk kutiduri.
"Gila lu.. Sialan.." ucapku.
"Sstt.. Jangan berisik. Gua juga kan ingin balas budi sama elu. Soalnya eu udah banyak berbuat baik sama gua. Gak ada salahnya kan, kalau kita saling berbagi kesenangan.." begitulah ucap Darta dengan serius.

Memang diam-diam sudah sejak lama aku selalu memperhatikan Mila. Bahkan aku pun memuji Darta, bisa mendapatkan gadis secantik Mila. Selain posturnya yang tinggi, Mila memiliki kulitnya yang putih dan mulus. Tubuhnya menggairahkan. Memang selalu terbungkus rapat, dengan baju yang longgar. Namun aku dapat membayangkan, betapa kenyalnya tubuh Mila.

Baru melihat wajah dan jemari tangannya pun, aku memang suka langsung berpantasi; membayangkan Mila jika berada di hadapanku tanpa busana. Lalu Mila kugumuli dengan sesuka hati. Namun untuk berbuat macam-macam, rasanya kubuang jauh-jauh. Karena aku sangat tahu, Mila itu orang baik-baik, dan keturunan orang baik-baik pula. Lihat saja penampilannya, yang selalu terbungkus sopan dan rapi.

"Lu serius, Ta? Bagaimana dengan Mila? Apa dia mau?" aku pun akhirnya mulai terbuka.
"Kita pasang strategi, donk! Kalau secara langsung, jelas istri gua kagak bakalan mau," jawabnya.
"Gimana caranya?" aku penasaran.

Darta kembali membisikan lagi rencana gilanya. Aku memang sangat menginginkan hal itu terjadi. Sudah kubayangkan, betapa nikmatnya bersetubuh dengan perempuan aduhai seperti Mila.

"Mila..! Mila..! Milaa..!" Darta memanggil istrinya.

Dan tanpa selang waktu lama, Mila ke luar dari dalam kamarnya dengan dandanan yang tetap rapat.

"Ada apa, Bang?" tanya Mila.
"Tolong belikan rokok ke warung..!" kata Darta sambil merogoh uang ribuan ke dalam sakunya.
"Baik, Bang," Mila menerima uang itu, lalu ke luar.

Darta segera menyuruhku masuk ke dalam kamarnya, seraya masuk ke kolong ranjang. Aku mau saja, berbaring di tembok dingin, di bawah ranjang. Lalu Darta ke luar lagi. Pintu kamar, tampak masih terbuka.

Tidak lama kemudian, terdengar suara Mila yang datang. Mereka bercakap-cakap di ruang tamu. Dan Darta mengatakan kalau aku sudah pulang, karena ada ditelepon sama bos-ku. Mila kedengarannya tidak banyak tanya. Dia tak terlalu mempedulikan kehadiranku. Hingga suara pintu yang dikunci pun, bisa terdengar dengan jelas.

Kulihat dua pasang kaki memasuki kamar. Pintu ditutup. Dikunci pula. Bahkan termasuk lampu pun dimatikan, sehingga mataku tak melihat apa-apa lagi. Yang kudengar hanya suara ranjang yang berderit dan suara kecupan bibir, entah siapa yang mengecup. Lalu ada juga yang terdengar suara seleting celana, dan nafas Mila yang mulai tak beraturan. Pluk, pluk, pluk.. Sepertinya pakaian mereka mulai dilemparkan ke lantai, satu persatu.

"Emh.. Ah.. Uh.. Oh.." Jelas, itu suara milik Mila.
"Euh.. He.. Euh.." nah kalau itu, suara Darta.

Tampaknya mereka sudah mulai bercumbu dengam hebatnya. Ranjang pun sampai bergoyang-goyang begitu dahsyat.

"Emh.. Akh.. Ayo Bang.. Aduuh ss.." suara Mila membuat nafasku bergerak lebih kencang dari biasanya.

Aku bisa merasakan, Mila sedang ada dalam puncak nafsunya. Aku sudah tidak tahan mendengar suara dengusan nafas kedua insan yang tengah memadu berahi ini. Hingga aku mulai membuka celanaku, bajuku dan celana dalamku. Aku sudah telanjang bulat. Lalu aku bergerak perlahan, ke luar dari tempat persembunyian, kolong tempat tidur.

Meski keadaan sangat gelap, namun aku masih bisa melihat dua tubuh yang bergumul. Terutama tubuh Mila, yang putih mulus. Darta sudah memasukan penisnya, dan sedang memompanya turun naik, diiringi desahan nafas yang tersengal-sengal. Konvensional. Mila sepertinya lebih menikmati berada di posisi bawah, sambil kedua tangannya memeluk erat tubuh Darta, dan kakinya menjepit pantat Darta. Aku mulai tidak tahan.

Tiba-tiba Darta semakin mempercepat pompaannya. Ranjang bergoyang lebih ganas lagi. Dan suara erangan tertahan Mila semakin menjadi-jadi.

"Emh, emh, emh, emh.. Ah.. Oh.." Hanya itu yang keluar dari mulut Mila, karena mulutnya disumpal oleh mulut Darta. Dan akhirnya.
"Agh.. Agh..!" suara Darta mengakhiri pendakian itu.

Namun tampaknya Mila belum selesai. Terbukti, kakinya masih menyilang erat, mengunci paha Darta, agar tak segera mencabut penisnya. Tetapi apa hendak dikata, Darta sudah lemas. Ia tergolek dengan nafas yang lemah-lunglai.

Kesempatan inilah, saatnya aku harus masuk. Demikian yang direncanakan Darta tadi. Maka tanpa ragu lagi, aku segera melompat ke atas ranjang. Meraih tubuh Mila dan langsung menindihnya. Tentu saja Mila terpekik kaget.

"Siapa Kau..! Kurang ajar..! Pergi..! Ke luar..! jangan..! setaan..!" Mila berontak. Ia sangat marah tampaknya.
"Mila, aku punya hutang pada kawanku. Berilah ia sedikit kesempatan.." Darta yang menjawab, sambil mengelus rambutnya.
"Biadab..! Aku tidak mau..! Lepaskan..! bangsat..!" Mila mendorong tubuhku.

Namun karena nafsuku sudah memuncak, aku tak mungkin menyerah. Kutekan lebih keras tubuhnya, sambil tanganku berusaha menuntun agar penisku segera masuk. Mila tetap meronta. Mila berkali-kali meludahi mukaku. Tetapi aku diam-diam menikmatinya. Bahkan ludahnya malah kusedot dari bibirnya, dan kutelan.

Meskipun liang vagina Mila sudah licin, namun penisku tetap agak seret untuk segera menembusnya. Mila terpekik, ketika aku menekan dan memaksakannya sekaligus. Bles..! Akhirnya masuk juga. Kudiamkan beberapa saat, karena aku ingin mencumbu dulu bibirnya. Mila tetap berontak, sampai akhirnya kehabisan tenaga. Akhirnya ia hanya diam.

Kurasakan ada air mata yang mengalr dari kedua kelopak matanya. Tetapi aku semakin bernafsu. Kuremas-remas payu daranya yang ternyata memang cukup besar dan begitu kenyal. Lalu aku mulai memompa penisku. Mila terpekik kembali. Kasihan juga, aku melihatnya. Sehingga aku bergerak perlahan-lahan, sampai akhirnya vagina Mila bisa beradaptasi dengan penisku. Mila tidak bereaksi. Ia diam saja. Namun aku sangat menikmatinya.

Walaupun Mila diam, tentunya jauh lebih nikmat dari pada melakukannya dengan patung. Aku terus memompanya, sampai napasku mulai ngos-ngosan. Kucoba menyalurkan nafasku ke arah telinga Mila. Dan hasilnya cukup bagus. Lama kelamaan, di sela isakan tangisnya, diam-diam kurasakan vaginanya diangkat, seakan Mila ingin menerima hunjaman penisku lebih dalam. Tentu saja aku semakin bersemangat. Kupompa lebih cepat lagi. Tiba-tiba isakan tangisnya berhenti, diganti dengan nafasnya yang kian memburu. Dan yang lebih mengagetkan lagi, kakinya tiba-tiba mengunci pantatku. Aku tersenyum, sambil mencumbui telinganya.

"Kau menikmatinya, sayang?" bisikku.
"Diam..!" dia membentakku. Namun aku yakin, Mila hanya tidak mau mengakui kekalahan dirinya. Buktinya, ketika penisku kucabut, Mila menekan pantatku. Tangannya pun memeluk tubuhku, agar aku merapatkannya kembali.

Lalu ada suara erangan dari bibirnya yang tertahan. Bersamaan erangan itu, kedua kakinya semakin erat menekan pantatku. Dan vaginanya ditekan pula ke atas. Aku pun sangat terangsang. Hingga detik-detik akhir pun akan segera tiba. Kupeluk erat pula tubuh Mila. Kugenjot lebih cepat dan lebih keras. Sampai akhirnya tiba pada genjotan yang terakhir. Aku tekan sangat kuat. Kugigit pelan lehernya.

"Agh.. Agh.. Agh.." Maniku keluar di dalam vaginanya. Begitupun Mila.
"Akh.. Akh.. Akh.. Ss.." begitulah yang keluar dari mulut Mila.

Lalu kemudian Mila mendorong tubuhku dan seakan menyesali dan tak mau lagi bersentuhan denganku.

Demikian lah cerita sex kali ini, semoha bermanfaat bagi anda untuk menjadikan pelajaran hidup....