Tampilkan postingan dengan label memek ibu guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memek ibu guru. Tampilkan semua postingan

Istriku Bejat

|| || ,,,,,, || Leave a komentar
Semoga diantara kita tak ada yang memiliki istri bejat, istri yang suka selingkuh ataupun istri yang menjadi tante girang dan akhirnya ikut dalam komunitas tante girang, pasti sangat menyakitkan, berikut adalah cerita perselingkuhan dari pengakuan seorang istri bejat bernama dina. dia mengakui telah beberapa kali melakukan perselingkuhan dengan sadar dan tidak merasa bersalah, berikut cerita lengkapnya. Istri Selingkuh memang menyakitkan!!

namaku dina, mungkini yang ingin aku cerita kan tentang cerita perselingkuhan aku dengan beberapa pria, mungkin banyak orang mangatakan klo kehidupan ku sangat sempurna karena mendapatkan suami orang luar negeri yang bekerja sebagi pelaut dan aku di karuniai seorang anak yang bernama kaira.

tapi dalam hati aku yang dalam aku selama ini sangat menderita dalam kehidupan kelas atas yang penuh dengan ego yang tinggi.

cerita ini berawal dari kebiasaan ku masih remaja yang sering chat dan membuka beberapa situs pertmanan, saat itu aku aku sedang chat dengan suami aku, gak sengaja aku berkenalan dengan seorang pria yang belum aku kenal sebelum nya.

setelah berkenalan ternyata naman nya budi kerja di sebuah perusahan yang bergerak di bidang investasi lama kami berkenalan sehingga mulai lah dia merayu aku akan kehidupan aku, memang kita telah berkenalan sehingga seiring waktu kita sering bertukar cerita satu sama lain.

singkat cerita kita sepakat ingin bertemu ditempat yang kita tentukan
memang selama aku kanal dengan cowo yang satu ini sangat berbeda dengan suami aku dia bisa membuat aku nyaman. aku pernah mendapat cerita dewasa seperti ini, yang menceritakan nikmatnya perselingkuhan, sehingga pasagan selingkuh terasa sangat beda saat di dekat kita.

setelah janjian aku pun pergi mandi, di dalam kamar mandi terbayang seperti apa wajah mas budi ini kenapa aku panggil budi karena usia nya lebih tua dari, setelah mandi aku pun pergi ketempat janjian dengan membawa anak kaira karena di rumah gak ada siapa-siapa suami aku pergi keluar kota. jantugku berdebar gak karuan, mengahayal ngentot dengan tuh cowok, membayangkan kontol nya yang gede, pasti akan nikmat di gesek-gesekkan apalagi di masukkan ke memek ku.

lama aku menunggu mas budi tapi belum ada seorang pria pun yang mengahampiri diriku, setelah beberapa menit datang seorang pria yang gagah, dan tampan meskipun sedikit lebih tua
"hai kamu dina ya" tanyanya
"iya benar saya dina, kamu mas budi ya" kata saya sambil berdiri dari bangku duduk
"itu kaira ya" tanyanya
"iya itu kaira, kenapa lama sekali datang nya" kata saya
"maklum macet, oia kmu suka nonton film gak"tanya sambil memegang tangan ku
"iya suka sih, emang kenapa"jawab saya sambil melepaskan tangannya tapi dia diam saja
"gimana klo kita nonton film kebetulan sekarang ada film bagus nih"uacpnya
"iya boleh sih tapi klo bisa film bokep biar seru. dan kita pun menonton film bokep akhirnya terjadilah peristiwa perselingkuhan pertamaku.

Aku akan lanjutkan cerita seks ku dengan beberapa pria pada cerita selanjutnya, hari udah menjelang pagi mungkin aku akan menceritakan nya dengan hot dan pasti kalian suka. karena perselingkuhan itu enak...

Cerita dikirim Oleh DIna di jakart

Ibu Guru Yang seksi

|| || ,,,,, || Leave a komentar
Bagaimana jika cerita percintaan dengan orang dewasa berlaku pada seorang yang kita hormati seperti ibu guru misalnya? mmhhh.. tentu akan membuat kita semakin bersensasi, mendapatkan kenimatan yang berbeda dari seks orang dewasa. Ibu guru yang seksi adalah cerita seks yang menceritakan pengalaman seks seorang murid yang bermula dari sebuah khayalan. Berikut cerita nya. Ibu guru ku yang seksi.

Sebagai siswa sebuah SMU Swasta, aku bukanlah murid yang pintar tapi juga tidak bodoh-bodoh amat. Biasa-biasa saja. Tidak bisa dibanggakan. Yang bisa aku banggakan adalah wajahku yang ganteng dengan bentuk tubuh yang atletis. Tinggi jangkung dan berat yang seimbang. Dan paling aku banggakan adalah ukuran kemaluanku yang luar biasa besarnya, panjangnya 22 cm dengan diameter 5 cm. Membuat iri teman laki-lakiku.

Namaku Doni, cukup terkenal di sekolahku. Mungkin karena aku bandel dan sering berganti-ganti cewek. Banyak teman sekolahku yang pernah aku tiduri. Mereka tergila-gila setelah menikmati kontolku yang luar biasa dan tahan lama kalau bersetubuh.

Sore itu, setelah semua pelajaran selesai aku bergegas pulang kerumah. Semua buku-buku sudah kumasukkan kedalam tas. Kustart sepeda motorku menuju jalan raya. Tapi di tengah perjalanan aku baru ingat, pulpenku tertinggal di dalam kelas. Dengan tergesa-gesa aku balik lagi ke sekolahku. Setelah mengambil kembali pulpenku, aku berjalan lagi menuju parkir sepeda motorku. Untuk mencapai tempat parkir, aku harus melewati ruangan guru.

Ketika melewati ruangan guru-guru, aku mendengan suara mendesah-desah disertai rintihan-rintihan kecil. Aku penasaran dengan suara-suara itu. Aku mendekati pintu ruangan, suara-suara itu semakin keras. Aku semakin penasaran dibuatnya. Kubuka pintu ruangan, dengan berjalan mengendap-endap, aku mencari tahu darimana datangnya suara-suara itu. Begitu mendekati ruangan Bu siska, aku terkejut. Disana kulihat Bu Siska, guru bahasa Inggrisku yang telah setahun menjanda, sedang bercumbu dengan Pak Rio, guru olahragaku, dalam posisi berdiri.

Bibir mereka saling kecup. Lidah mereka saling sedot. Tangan Pak Rio meremas-remas pantat Bu Siska yang padat, sedangkan tangan Bu Siska melingkar dipinggang Pak Rio. Mereka yang sedang asik tak tahu akan kehadiranku. Aku mendekati arah mereka. Aku membungkukkan badan dan bersembunyi dibalik meja, mengintip mereka dari jarak yang sangat dekat.

Mereka menyudahi bercumbu, kemudian Pak Rio duduk dipinggir meja, kakinya menjuntai kelantai. Bu Sisca berdiri didepannya. Bu siska mendekati Pak Rio, dengan buasnya dia menarik celana panjang Pak Rio. Tak ketinggalan celana dalam Pak Rio juga diembatnya. Hingga Pak Rio setengah telanjang. Bu Siska menguru-urut kontol Pak Rio. Kontolnya yang tidak begitu besar, sedikit demi sedikit menegang. Bu Siska membungkukkan tubuhnya, hingga wajahnya pas diatas selangkangan Pak Rio. Kontol Pak Rio diciuminya.

"Isep.. sayang.. isep.. kontolku" suruh Pak Rio.
Bu Siska tersenyum mengangguk. Dia mulai menjilati kepala kontol Pak Rio. Terus turun kearah pangkalnya. Bu Siska sangat pintar memainkan lidahnya dikontol Pak Rio.
"Oohh.. enakk.. sayang.., truss.., truss".

Pak Rio mengerang ketika Bu Siska mengulum kontolnya. Seluruh batang kontol Pak Rio masuk kemulutnya. Kontol Pak Rio maju mundur didalam mulut Bu Siska. Tangan Bu Siska mengurut-urut buah pelirnya. Pak Rio merasakan nikmat yang luar biasa. Matanya merem melek. Pantatnya diangkat-angkat. Aku sangat terangsang melihat pemandangan itu. Kuraba-raba kontolku yang menegang. Kubuka retsleting celanaku.Kukocok-kocok kontolku dengan tanganku. Birahiku memuncak. Ingin rasanya aku bergabung dengan mereka, tapi keinginan itu kutahan, menunggu saat yang tepat.

Lima belas menit berlalu, Pak Rio menarik dan menjambak kepala Bu Siska.
"Akhh.., akuu.. mauu.., ke.. keluar sayang" Pak Rio menjerit histeris.
"Keluarin aja sayang, aku ingin meminumnya" sahut Bu Siska.
Bu Siska tak mempedulikannya. Semakin cepat dikulumnya kontol Pak Rio dan tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal kontol Pak Rio seirama kocokan mulutnya. Kontol Pak Rio berkedut-kedut, otot-ototnya menegang.

Dan crott! crott! crott! Pak Rio menumpahkan spermanya didalam mulut Bu Siska. Bu Siska meminum cairan sperma itu. Kontol Pak Rio terus dijilatinya, hingga seluruh sisa-sisa sperma Pak Rio bersih. Kontol Pak Rio kemudian mengecil didalam mulutnya.

Pak Rio yang sudah mencapai orgasme kemudian turun dari meja.
"Kamu puas sayang dengan serviceku" tanya Bu siska.
"Puas sekali, kamu pitar sayang" puji Pak Rio sambil tersenyum.
"Gantian sayang, sekarang giliranmu memberiku kepuasan" pinta Bu Siska.
Bu Siska melepaskan gaunnya, juga pakaian atasnya, hingga dia telanjang bulat. Astaga ternyata Bu Siska tak memakai apa-apa dibalik gaunnya. Aku dapat melihat dengan jelas lekuk tubuh mulusnya, putih bersih, ramping dan sexy dengan buah dada yang besar dan padat, juga bentuk memeknya yang indah dihiasi bulu-bulu yang dicukur tipis dan rapi.

Bu Siska kemudian naik keatas meja, kakinya diselonjorkan kelantai. Pak Rio mendekatinya. Memek Bu Siska diusap-usp dengan tangannya. Jari-jarinya dimasukkan, mencucuk-cucuk memek Bu Siska. Bu Siska menjerit nikmat.
"Isep sayang, isep memekku sayang" pinta Bu Siska menghiba.
Pak Rio menurunkan wajahnya mendekati selangkangan Bu Siska. Lidahnya dijulurkan kememek Bu Siska. Disibaknya bibir memek Bu Siska dengan lidahnya. Pak Rio mulai menjilati memek Bu Siska.
"Oohh.. truss.. sayang.., jilatin terus.., akhh" Bu Siska mendesah.
Pak Rio dengan lihainya memainkan lidahnya dibibir memek Bu Siska. Dihisapnya memek Bu Siska dari bagian luar kedalam. Memek Bu Siska yang merah dan basah dicucuk-cucuknya. Kelentitnya disedot-sedot dengan mulutnya.
"Oohh.., enakk.., truss.., truss.., sayang" jerit Bu Siska.

Hampir seluruh bagian memek Bu Siska dijilati Pak Rio. Tanpa sejengkalpun dilewatinya.
"Akkhh.., akuu.. mauu.. ke.. keluar.. sayang" erang Bu Siska.
Memeknya berkedut-kedut. Otot-otot memeknya menegang. Dijambaknya rambut Pak Rio, dibenamkannya keselangkangannya.
"A.. akuu.., keluarr.., sayang" Bu Siska menjerit histeris ketika mencapai orgasme. Memeknya sangat basah oleh cairan spermanya. Pak Rio menjilati memeknya hingga bersih.

"Kamu puas Sis?" tanya Pak Rio pendek.
"Belum! Entot aku sayang, aku ingin merasakan kontolmu" pinta Bu Siska.
"Maaf Sis! Aku tak bisa, aku harus pulang".
"Nanti istriku curiga, aku pulang sore" sahut Pak Rio menolak.
"Kamu pengecut Rio! Dikasih enak aja takut!" kata Bu Siska jengkel.
Matanya meredup, memohon pada Pak Rio. Pak Rio tak mempedulikannya. Dia mengenakan celananya, kemudian berlalu meninggalkan Bu Siska yang menatapnya sambil memohon.

Ini kesempatanku! Pikirku dalam hati. Nafsu birahiku yang sudah memuncak melihat mereka saling isap, ingin disalurkan. Setelah Pak Rio berlalu, kudekati Bu Siska yang masih rebahan diatas meja. Kakinya menggantung ditepi meja. Dengan hati-hati aku berjalan mendekat. Kulepaskan baju seragamku, juga celanaku hingga aku telanjang bulat. Kontolku yang sudah menegang, mengacung dengan bebasnya. Sampai didepan selangkangan Bu siska, tanganku meraba-raba paha mulusnya. Rabaanku terus keatas kebibir memeknya. Dia melenguh. Kusibakkan bibir memeknya dengan tanganku. Kuusap-usap bulu memeknya. Kudekatkan mulutku keselangkangannya. Kujilati bibir memeknya dengan lidahku.

"Si.. siapa.., kamu" bentak Bu Siska ketika tahu memeknya kujilati.
"Tenang Bu! Saya Doni murid Ibu! Saya Ingin memberi Ibu kepuasan seperti Pak Rio" sahutku penuh nafsu.
Bu Siska tidak menyahut. Merasa mendapat angin segar. Aku semakin berani saja. Nafsu birahi Bu Siska yang belum tuntas oleh Pak Rio membuatnya menerima kehadiaranku.

Aku melanjutkan aktivitasku menjilati memek Bu Siska. Lubang memeknya kucucuk dengan lidahku. Kelentitnya kusedot-sedot.
"Oohh.., truss.. Don.., truss.. isep.. sayang" pintanya memohon.
Hampir setiap jengkal dari memek Bu siska kujilati. Bu Siska mengerang menahan nafsu birahinya. Kedua kakinya terangkat tinggi, menjepit kepalaku.

Lima belas menit berlalu aku menyudahi aktivitasku. Aku naik keatas meja. Aku berlutu diatas tubuhnya. Kontolku kuarahkan kemulutnya. Kepalanya tengadah. Mulut terbuka menyambut kehadiran kontolku yang tegang penuh.
"Wow! Gede sekali kontolmu!" katanya sedikit terkejut.
"Isep Bu! Isep kontolku!" pintaku.

Bu Siska mulai menjilati kepala kontolku, terus kepangkalnya. Pintar sekali dia memainkan lidahnya.
"Truss.. Buu.. teruss.., isepp" aku mengerang merasakan nikmat.
Bu Siska menghisap-isap kontolku. Kontolku keluar masuk didalam mulutnya yang penuh sesak.

"Akuu.. tak.., tahann.., sayang! Entot aku sayang" pintanya.
"Ya.., ya.. Buu" sahutku.
Aku turun dari meja, berdiri diantara kedua pahanya. Kugenggam kontolku, mendekati lubang memeknya. Bu Siska melebarkan kedua pahanya, menyambut kontolku. Sedikit demi sedikit kontolku memasuki lubang memeknya. Semakin lama semakin dalam. Hingga seluruhnya amblas dan terbenam. Memeknya penuh sesak oleh kontolku.
Aku mulai mengerakkan pantatku maju mundur. Klecot!Klecot! Suara kontolku ketika beradu dengan memeknya.
"Ooh.., nik.. matt.., sayang.., truss" Bu Siska mendesah.

Kuangkat kedua kakinya kebahuku. Aku dapat melihat dengan jelas kontolku yang bergerak-gerak maju mundur.
"Ooh.., Buu.., enakk.. banget.., memekmu.., hangat" desahku.

Sekitar tiga puluh menit aku menggenjotnya, kurasakan memeknya berkedut-kedut, otot-ototnya menegang.
"Akuu.., tak.. tahan.., Don, aku.. mau.. keluarr" jeritnya.
"Tahan.. Buu.., aku.. masih tegang" sahutku.
Dia bangun duduk dimeja memegang pinggangku erat-erat, mencakar punggungku.
"Akkhh.., akuu.. keluar" Bu Siska menjerit histeris.
Nafasnya memburu. Dan kurasakan memeknya sangat basah, Bu siska mencapai orgasmenya. Ibu guruku yang sudah berumur 37 tahun menggelepar merasakan nikmatnya kusetubuhi.

Aku yang masih belum keluar, tak mau rugi. Kucabut kontolku yang masih tegang. Kuarahkan kelubang anusnya. Kedua pahanya kupegang erat.
"Ja,.jangan.., Don" teriaknya ketika kepala kontolku menyentuh lubang anusnya.
Aku tak memperdulikannya. Kudorong pantatku hingga setengah batang kontolku masuk kelubang anusnya yang sempit.
"Aow! Sakitt.. cabutt.., Don.., aku.. sakitt.. jangan" teriaknya keras.
Kusodok terus hingga seluruh batang kontolku amblas. Kemudian dengan perlahan tapi pasti kugerakkan pantatku maju mundur.

Teriakan Bu Siska mengendor. Berganti dengan desahan-desahan dan rintihan kecil. Bu Siska sudah bisa menikmati sentuhan kontolku dianusnya.
"Jadi dicabut ngga Bu" candaku.
"Jangan sayang, enak banget" katanya sambil tersenyum.

Kusodok terus lubang anusnya, semakin lama semakin cepat. Bu Siska menjerit-jerit. Kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Aku semakin mempercepat sodokanku ketika kurasakan akan mencapai orgasme.
"Buu.., akuu.. mauu.. ke.. keluarr" aku melolong panjang.
"Akhh.. akuu juga sayang" sahutnya.

Crott! Crott! Crott! Aku menumpahkan sperma yang sangat banyak dilubang anusnya. Kutarik kontolku. Kuminta dia turun dari meja untuk menjilati kontolku. Bu Siska menurutinya. Dia turun dari meja dan berlutut dihadapanku. Kontolku dikulumnya. Sisa-sisa spermaku dijilatinya sampai bersih.

"Kamu hebat Don, aku puas sekali" pujinya.
"Aku juga Bu" sahutku.
"Baru kali ini memekku dimasuki kontol yang sangat besar" katanya.
"Ibu mau khan terus menikmatinya" kataku.
"Tentu sayang" jawabnya sambil berdiri dan mengecup bibirku.

Kami beristirahat sehabis merengkuh kenikmatan. Kenikmatan selanjutnya kudapatkan dirumahnya. Bu Siska, guruku ternyata hyperseks. Dia kuat sekali ngentot. Satu malam bisa sampai empat kali.

bercinta dengan ibu guru atau orang yang lebih dewasa dari kita memang mendapatkan sensasi yang lebih, terlebih lagi percintaan itu di lakukan dengan dasar suka sama suka dan keinginan mendapatkan kepuasan.